Fruit with sambal aka rujak yang hanya menyisakan beberapa potong apple.
Mungkin karena London sudah mulai hangat karena sudah masuk musim semi, meskipun well, London, tetap saja kadang cuaca kembali drop sangat dingin, anyway, tiba-tiba suami berkata ingin makan rujak. I was like, eh RUJAK?
Singkat cerita berapa hari lalu kesampaian juga buat rujak. Gula merah, cabai, kacang goreng, garam ,air asam Jawa, dan sedikit terasi saya haluskan dengan mini food processor, karena no thanks kalau harus ngulek. Jadilah bumbu rujak or some may say lotis/lutis atau mungkin istilah lain tergantung dari mana Anda berasal.
Pelengkapnya pun sederhana, nanas, mangga setengah matang dan apple hijau. Kalau pun seadanya ternyata rasanya tetap enak (sekali). Setidaknya begitulah pengakuan yang order minta dibuatkan rujak, mostly karena takut tidak dibuatkan lagi kalau bilang tidak enak. Kirana tampak terpesona memandangi yang asyik makan rujak, kami pun membujuknya untuk mencoba. "No, it's not too spicy", kami meyakinkan Kirana yang ragu-ragu karena takut kepedasan.
And you know what, sejak hari itu setiap pulang sekolah sekarang dia akan minta, " Mummy can I have that fruit with sambal again, please?".
Speaking of food, minggu lalu setelah very busy weekend, saya berhasil janjian ketemu suami di salah satu warung kecil punya orang Malaysia, tempat saya nongkrong dengan teman-teman, namanya Bonda Cafe di kawasan Paddington. Dua hari kami tidak ketemu karena Sabtu pagi saya saya dan anak-anak ke Nottingham, baru pulang menjelang tengah malam dan suami ada acara juga hari itu, menginap sampai Minggu.
Tapi berhasil juga kami berkumpul berempat Minggu sore, setelah saya jemput Kirana dari Islamic School dan suami langsung dari tempat acaranya. Kita pesan, nasi ayam untuk Kirana, Mee Hailam untuk Alisha dan Mee Bandung untuk suami. Saya tidak pesan, karena biasanya akan ada sisa-sisa makanan dari tiga menu yang kami pesan, since porsinya besar-besar.
Beberapa kali saya ke Bonda Cafe selalu takjub dengan Alisha yang ternyata mampu menghabiskan satu porsi "moodle" maksudnya noodle alias mie (atau bahasa Malaysianya mee), tapi ia menyebutnya moodle. Well, apart from the pepper (paprika) - karena dia tidak suka paprika - satu piring besar itu dia habiskan.
Mee hailam, mie favorit saya di Bonda Cafe dan juga Alisha.
Habis, kecuali potongan green pepper dan red pepper.
Nasi Ayam (aka Ayam Hainan ala Malaysia) yang karena porsinya juga banyak, no way Kirana bisa habiskan.
Sisanya dibungkus dan malamnya dihabiskan lagi oleh Alisha, " I'm hungry (again), Mummy".
Mee Bandung yang bukan dari Bandung, cukup untuk berdua. Tidak tahu asal mula nama itu, tetapi salah satu andalan beberapa restauran Malaysia di London adalah Mee Bandung. Saya dan teman-teman selalu membahasnya, kenapa namanya mee Bandung? Any idea?
Bakwan udang untuk cemilan, lupa nama Malaysianya apa.
*
Bonda Cafe, 190 Sussex Garden, Paddington, London W2 1TU (
walking distance dari Paddington Station)
bakwan udang = cucur udang di MY..:)
>> Thank you bgt Mbak atas pencerahannya . Oh iya, Malaysia bilang cucur unt bakwan ya :)
Posted by: Lani | July 11, 2009 at 04:58 AM
Mba Rani, bisa beli bumbu rujaknya? Udah lama bgt pengin mkn rujak, ga nyangka ternyata mba Rani habis rujakan di rumah. Gula Jawa-nya beli di mana mba?
Posted by: ita | May 27, 2009 at 07:48 PM
inget waktu dinz, rujaknya pake apel :) kalo diindo, ogah deh...hehehe
aku juga kalo keresto suka ga pesen, karena biasalah jadi petugas dinas kebersihan...hehehe
Posted by: hani | May 23, 2009 at 01:52 PM
No wonder Mas Susilo bilang enak sekali, tp emang sih keliatannya rujak di london rasanya lebih sedep dr pd disini mbak ran. hehehe
btw Mi bandung atau mi instan rebus...?
Posted by: Luky | May 15, 2009 at 07:38 AM