Beberapa hari lalu saya berjanji akan menuliskan Ibu Elly Risman Musa, tapi sampai hari ini belum juga berhasil. Pertama, alasan klasik yaitu (sok) sibuk. Kedua ,dan yang paling penting, adalah saya bingung sendiri mau dimulai dari mana menuliskannya.
Selama satu minggu Bu Elly atas undangan Kibar (keluarga Islam Indonesia se Britania Raya dan sekitarnya) berada di UK dan kebetulan saya bertugas menjadi "asisten pribadi" yang mendampingi beliau selama 7 hari di sini. Semua yang beliau sampaikan dalam acara-acara dimana beliau menjadi pembicara sangat bagus, semua yang mendengarkan terpukau, shock dengan data-data yang dipaparkan, juga tersentuh sampai banyak yang menangis dengan cara beliau menyampaikan dan isi pemaparannya. Asli, saya tidak tahu bagian mana yang saya tulis karena semua amazing. Tidak akan cukup dalam satu artikel.
Kejadian ini terjadi beberapa kali sebelumnya. Saya ingin menulis suatu topik, tetapi karena begitu banyak bahan tulisan malah kebingungan. Misalnya ketika saya hendak menulis tentang Google. Di depan saya teronggok majalah TIME yang menyajikan Google sebagai laporan utamanya. Belum lagi artikel-artikel dari sumber lain yang tidak kalah banyak. Dari mana saya memulainya? Dan bagaimana bisa menuliskannya dengan singkat-padat, karena semua bagus, semua menarik. Bagaimana akan menyingkat laporan utama TIME? Mission impossible.
Juga ketika berniat menulis tentang Facebook, yang juga ditulis teman baik saya di majalah Tempo secara panjang lebar. Setiap kali saya mencoba menulis tentang teknologi, suami akan menimbun saya dengan aneka bahan bacaan, begitu pula dengan Facebook. Sepertinya takut istrinya akan malu-maluin karena menulis tapi salah, keliru atau -lebih parah lagi- menulis bermodal sok tahu. Akhirnya saya menemukan video-video yang menolong saya.
Dan sampai detik ini masih belum juga ada ide bagaimana menuliskan Bu Elly....yang kemudian muncul di kepala adalah soundtrack ini .
dulu aku sering liat bu elly ngisi acara di tvri tiap jum'at, tapi kok sekarang udah ga ada, mungkin pindah jam tayang tapi ampe sekarang tidak berhasil melacak
suka banget dengan gaya penuturannya. ayo dong ran, missionnya jadiin possible...pengen tau cerita2 beliau diacaranya Kibar
Posted by: hani | May 23, 2009 at 01:49 PM