(Note: dibuat tidak dengan ulekan)
Salah satu best seller dari masakan saya, selain aneka lauk seperti empal, bandeng presto, dan aneka pepes, adalah sambal terasi. Seorang pelanggan bahkan menyebutnya sebagai the best sambal terasi she's ever had. Tentu saja penilain ini mungkin (sangat) tidak objektif karena dia teman saya.
Biasanya saya membuat sambal sekaligus dalam porsi banyak, kemudian disimpan dalam jar-jar kecil untuk dijual atau dalam jar bekas (misalnya bekas jam/selai, bekas chocolate spread dll) untuk persediaan sendiri. Kemudian saya simpan beku dalam freezer sampai saat dibutuhkan.
(Ready steady go: untuk dipasarkan (jar kecil) atau disimpan untuk persediaan dalam jar bekas dan hidup pun menjadi lebih mudah. Apa pun lauknya, sambal menjadi temannya).
Alasan utama adalah faktor bau menyengat saat membuat sambal. Karena di London rumah di-design tidak seperti di Indonesia yang "sambal friendly", maka perlu waktu at least dua hari sampai baunya hilang. Saya menyebutnya harum aroma terasi, tetapi I don't think my neighbours will agree with that. Karena itu saya membuat sambal sebulan sekali, dan waktunya dipilih saat para tetangga (sepertinya) tidak di rumah.
Cabai merah dan cabai rawit hijau (perbandingan 1:3 atau 1:4 dengan cabai rawit yang lebih banyak), bawang merah, bawang putih dan tomat. Tumis bawang merah dan putih sampai layu, masukkan tomat dan terakhir cabai. Jangan lupa cabai dipotong dulu supaya tidak meletus.
Setelah semua layu dan harum haluskan dengan blender atau food processor, bersama dengan sisa minyak untuk menumis. Tambahkan terasi, the best terasi yang bisa Anda dapatkan karena kualitas terasi sangat menentukan kualitas rasa sambal.
Seberapa halus sambalnya silakan disesuakan menurut selera. Makin lama prosesnya hasilnya tambah halus. Sebanyak apa terasinya juga terserah masing-masing, ada yang prefer sedikit tapi bisa pula banyak.
Masukan kembali ke dalam wajan/panci untuk menumis tadi. Menurut pengalaman, panci besar anti lengket is the best untuk membuat sambal. Tidak nyiprat dan well, tidak lengket.
Masak kembali dengan api sedang, diaduk sekali-sekali. Tambahkan garam dan gula. Note: Ada jenis terasi yang sudah cukup membuat asin karena itu sambal dicicipi dulu sebelum menambah garam. Ciri sudah sambal ready untuk diangkat adalah warna bertambah gelap dan minyak mulai memisah dari sambal. Dan aroma terasi sudah sampai ke ujung jalan.
And this is the best food in the whole wide world. Satu piring nasi panas digunakan untuk membersihkan sisa sambal di panci. Worth all the trouble ( and the smell ) !
*all pics taken with iphone, dan sekarang telpon saya bau terasi.
Kalau sebelah marah .. kempesin aja BMW-nya .. (Siapa suruh taruh di halamn orang) .. :)
Posted by: Ihsan | July 26, 2009 at 05:00 PM
paling cocok dengan bagian terakhirnya...kalo abis masak yang pedes-pedes, bersihin kualinya pake nasi panas...
Posted by: ephoy | July 02, 2009 at 09:14 AM
Kalo aku pribadi percaya banget sama penilaian temen mbak rani yang udah ngicipin sambal andalan mbak rani.
Dari wajah sambalnya aja dah bikin akau pengen ngambil nasi panas sebakul mbak..hahhaha ditemenin sama ikan asin gabus.
Posted by: luky | July 01, 2009 at 09:26 AM