"Made from egg, sugar, ganache and a little bit of magic", begitu salah seorang penulis mendeskripsikan bahan untuk membuat macaron atau macaroon ala Laduree, Paris.
Jangan khawatir, tidak hanya di Paris, kini Anda bisa mendapatkan macaroon hampir di semua kota besar di dunia, termasuk di Jakarta. Namun the best macaroon di dunia adalah yang dibuat oleh penemunya, yaitu Laduree patisserie di ibukota Prancis.
Kue kecil bulat, renyah di bagian luar dan sangat lembut di tengahnya dengan penampilan imut dan cantik adalah produk paling terkenal yang dihasilkan oleh Laduree. Tidak kurang dari 15 ribu macaroon terjual di Laduree setiap harinya.
Sejarah Laduree macaroon berawal dengan Pierre Desfontaines, sepupu dari Louis Ernest Laduree, yang pada awal abad ke-20 beride untuk menumpuk dua buah macaroon dan menempelkannya dengan ganache.
Sejak hari itu macaroon di Laduree dibuat fresh setiap pagi di tempat khusus yang tidak disebut dengan dapur atau ruang produksi tetapi mereka sebut sebagai "laboratory", laboratorium Laduree.
The pastry chefs mengukur bahan-bahan dengan komposisi yang tidak berubah antara almonds bubuk, putih telur dan gula sebelum menambahkan sejumput bahan rahasia "know-how" atau yang disebut seorang penulis yang saya kutip di atas sebagai " a little bit of magic". Karena itu pula pembeli rela antri untuk mendapatkan macaroon paling enak dan terkenal di dunia ini.
Bahan rahasia ini dikatakan sebagai yang paling penting untuk menghasilkan perfect macaroon ala Laduree. Ini mungkin yang mungkin membuat macaroon Laduree tidak sama dengan macaroon yang dijual di tempat lain.
Setelah matang dan diisi ganache, macaroon di Laduree disimpan selama dua hari sebelum dijual. Waktu dua hari itu diperlukan untuk menghasilkan kombinasi yang sempurna baik texture dan juga rasa.
Setiap musim Laduree menciptakan rasa baru dengan variasi warna menjadi faktor yang penting seperti halnya aneka rasa yang dihasilkan. Rasa dan warna adalah dua hal vital yang menjadi ciri khas sekaligus daya tarik macaroon.
Berbicara tentang warna cantik macaroon, jangan bayangkan pewarna makanan yang rasanya horrible itu. Warna-warna cantik yang dihasilkan Laduree adalah dari bahan alami.
Bagi macaroon ala Paris ini, urusan penampilan tidak berhenti pada produknya, tetapi pada penyajian dan juga bungkusnya yaitu berupa kotak cantik. Saat saya memesan satu lusin untuk dibawa pulang, pelayan yang sangat ramah mengatakan bahwa kotak atau box untuk isi 12 sedang habis dan menyarankan untuk membeli 6 atau 8 saja karena hanya tersedia box untuk isi 6 dan 8. Wow! Tidak tidak pernah saya diminta oleh penjual untuk membeli lebih sedikit hanya karena alasan bungkusnya.
Kotak tempat macaroon memang hal lain yang juga khas di Laduree. Pembungkusnya harus tidak kalah cantik dan spesial dengan macaroon yang ada di dalamnya. Dalam beberapa kesempatan bahkan, Laduree berkolabirasi dengan designer sekelas Christian Louboutin dan Marni untuk membuat box edisi khusus.
Dua hari lalu, berdua dengan teman dekat di London yang setahun lalu pindah ke Saudi Arabia, saya menikmati setiap hirupan teh hangat dan setiap gigitan macaroon di Laduree. Where're the kids? Mereka dengan para suami punya acara sendiri. Menemani duduk di cafe adalah that's what friends are for.
" Enak sekali," komentar suami ketika mencicipi macaroon yang saya bawa. " Mummy bisa membuatnya sendiri?" lanjutnya. I wish, Dear.
Favorit saya adalah rasa pistachio, Kirana loves rasa coklat (chocolate, bukan bitter chocolate, ada dua rasa coklat di Laduree), dan Alisha pilih rasa raspberry, sedangkan suami paling suka macaroon dengan rasa vanilla.
Internet, saya rekomendasikan untuk memasukan Laduree macaroon pada daftar makanan yang harus dicicipi at least once in your life. Dan untuk kali ini, yes, silakan disampaikan kepada suami/istri/teman, kalau ide itu didapat dari website ini.
* Daftar cabang Laduree bisa dilihat di-website mereka www.laduree.fr. Foto diambil dari berbagai sumber di internet.
Kelihatannya enak.
Posted by: panah hujan | February 07, 2010 at 10:06 AM
terima kasih infonya...
temen2 saya langsung tertarik waktu saya kasih tau.
Posted by: Oliph Khoirul | January 13, 2010 at 07:35 AM
mba ika liburan ke london lagi ya mba? biasanya temu kangen dan makan2 di bonda cafe, kok tumben yg kali ini ga seperti yg udah2? :D hehe..
anyway, aku cb cek di web-nya, kok kayaknya cabang laduree di jakarta blm ada ya mba??! padahal udah tergoda bgt utk icip2.
>> Tentu dong, makan2 di Bonda tdk ketinggalan. Ngeteh di Laduree dan late lunch di Bonda :)
Laduree blm ada di Jkt, tetapi macaroon katanya ada di beberapa bakery di Jkt.
Posted by: ita | January 08, 2010 at 07:09 AM
kayanya enak banget mbak, warnanya menarik tapi dari bahan alami wah perpaduan yang jarang ada disini. btw, di jakarta ada ya?
kapan nih mbak rani bikin sendiri? bagi-bagi contekan resepnya kalo sudah jadi ya...:-)
Posted by: novi | January 05, 2010 at 08:07 AM
enakan mana ama punya pierre herme bu?
>> menurut uji coba dengan mata tertutup yang dilakukan salah satu pencinta macaroon, katanya buatan Laduree masih lebih enak.
kalau menurut pengamatan saya, pierre herme sedikit lebih modern dibanding dengan laduree yang sangat conservatif ;)
Posted by: www.facebook.com/profile.php?id=699993491 | January 03, 2010 at 10:46 PM
Thanks atas infonya mbak.
Nanti dicoba deh.
"...at least once in your life."
hmm...
it strongly implies that this one is pretty pricey even without looking at those images above. Musti nunggu gajian dan 'hari baik - bulan baik' nih belinya...
Btw,
Have you tried Ben's Cookies?
http://www.benscookies.com/
If you like pistachio, you would love the macadamia nuts and white chocolate flavour.
Posted by: Aditya | January 03, 2010 at 02:46 PM