
Note: Not an actual ultrasound photo!
Wah cukup lama juga saya tidak menulis di blog ini. Alasannya? Well, saat ini saya punya alasan yang handy untuk dimunculkan setiap saat: " It's the baby".
"Mummy! Ewwwww!!", protes anak-anak saat saya bersendawa atau ingin muntah. " Sorry girls, it's the baby."
" When are you going to prepare our breakfast, we are hungry?''. "Sorry girls, I don't feel like cooking, instead the baby wants me to stay in bed all day. Ayah will do it".
And the best part, saat ada acara bareng teman-teman saya pun dapat dispensasi untuk tidak kebagian tugas masak-memasak atau tugas berat lainnya, "Kasihan ibu hamil", katanya. Tapi begitu sampai pada sesi makan saya dapat giliran pertama, "Ayo Ibu hamil duluan makan."
The moral of the story is, disamping mual, pusing dan side efek lain, banyak sekali kenikmatan yang saya dapatkan selama hamil. Belum lagi excitement dengan akan adanya anggota baru di rumah kami. Alhamdulillah.
Yang saya juga harus bersyukur, Allah selalu memberikan kemudahan untuk hamil. Dari ketiga kehamilan saya, setiap kami berencana untuk punya anak, maka bulan berikutnya Allah mengabulkannya. Alhamdulillah.
And other thing, bahkan sebelum kami berencana nenambah anak, sejak beberapa tahun terakhir family dan teman sudah request kami punya anak ketiga. " Dan mudah-mudahan nanti yang ketiga laki-laki," begitu selalu diakhir kalimat.
Dan saat saya as the hosting, begitu istilah seorang teman, akhirnya setuju untuk hamil lagi, maka harapan itu pun selalu dimunculkan. " Biar Pak Ilo punya teman," tambah mereka. " Amin. Tapi perempuan lagi juga tidak apa-apa," begitu saya selalu menjawab. Saya punya dua anak perempuan yang so wonderfull, jika Allah menambah satu lagi perempuan saya akan sangat bersyukur.
Sekitar dua minggu lalu saat jadwal USG kedua di rumah sakit, petugasnya bertanya, "Do you want to know the sex of your baby?" Ketika saya jawab iya, dia kemudian bertanya lagi saya punya berapa anak dan apa jenis kelamin mereka. " I have two daughters".
Kalimat si petugas USG setelahnya adalah, " This one is a boy", sambil menunjuk di layar bagian yang menunjukan kalau, Insya Allah, si bayi kemungkinan besar laki-laki. "Oh, ok," Komentar saya (sok) kalem. Padahal dalam hati saya so excited dan bersyukur, juga ada rasa tidak percaya, "IT'S A BOY! I WILL HAVE A BABY BOY! THE GIRLS WILL HAVE A LITTLE BROTHER! AYAH AKAN PUNYA TEMAN KE MASJID!!!" Alhamdulillah.
Dari USG itu juga terlihat bahwa posisi placenta ada di bawah, karena itu saya diminta untuk USG lagi nanti pada minggu ke-34. Pada kondisi normal, di UK USG hanya dilakukan dua kali selama kehamilan yaitu sekitar minggu ke-12 dan 20. Anyway, jika pada minggu ke-34 posisinya masih low-laying placenta maka rumah sakit akan menjadwalkan planned caecarean.
Namun, kondisi placenta yang low itu pada sebagian besar kasus akan bergeser dan jika itu terjadi saya bisa melahirkan dengan normal. Seandainya harus melalui c-section, saya akan mendapat pengalaman baru setelah dua kelahiran sebelumnya adalah normal. Saya pun akan merasakan melahirkan ala sebagian besar celebrity misalnya Victoria Beckham atau Madonna yang diistilahkan oleh media Inggris sebagai too posh to push.
Caecarean atau normal, mohon doanya agar semua lancar dan dimudahkan.
Recent Comments