...
"Yah, listen. Kalau Mummy naik train, berangkat dari London Sabtu pagi dan kembali Minggu, sampai London lagi jam 2-an siang. Harga tiketnya paling murah 60 poundsterling."
" Ok. Opsi yang lain?"
" Naik bus ( yang di UK -untuk bus jarak jauh- disebut coach) Tapi karena acara Mummy mulai lunch time, kalau naik bus tidak bisa berangkat Sabtu, tidak akan keburu. Jadi, Mummy harus berangkat dari Victoria coach station Jumat malam. Naik bus yang pk 23.30 dan akan sampai di sana Sabtu pagi pk 06.00. Harga tiketnya, return, cuma 12 pound."
" Naik bus saja kalau begitu."
" Tapi naik bus berarti berangkat Jumat malam banget sementara naik train Mummy bisa berangkat Sabtu pagi."
" Nggak papa berangkat Jumat malam."
" Tapi sebenarnya nih, kalau dilihat dari sisi waktu dan kenyamanan, 60 dengan 12 pound tidak berbeda jauh lho."
" Naik bus."
" You know what, Yah, meskipun Mummy juga prefer dan memang akan naik bus, tapi you're supposed to say : 'Mummy naik train saja , nanti capai kalau naik bus, mana perginya harus malam pula' dan kemudian Mummy akan jawab: 'Nggak papa Yah, Mummy naik bus saja'."
" Naik bus."
" Ini pasti karena kita sudah menikah 8 tahun ya? Coba kalau baru nikah, Ayah akan jawab: 'Apalah artinya 60 pound dibanding Mummy harus lama di perjalanan dan berangkat tengah malam'. "
" It's not about love, Mummy. It's about money."
***
Beberapa hari kemudian di parkiran pasar tempat kami membeli daging halal, untuk stok selama satu bulan.
" Mummy perlu cash berapa untuk belanja daging?"
" Empat puluh poundsterling."
" Here, Ayah tambah 10 pound, it's your birthday present."