Life Style

June 05, 2008

As promised : Meet Daria "Dasha" Zhukova

Dasha_newsotworld

Namanya melejit sejak 8 Oktober 2006 ketika News of the World menampilkan fotonya di halaman pertama tabloid yang terbit setiap hari Minggu itu dengan tajuk " The Red Rom and the Brunette". Si rambut merah, Roman Abramovich, di foto itu terlihat berdua dengan seorang gadis berambut hitam (brunette).

Who's that girl?

Adalah pertanyaan yang kemudian muncul di publik Inggris. Namun bagi para pemerhati dunia fashion , the Brunette itu bukan nama yang asing lagi. Karena pada halaman 237 Majalah Vogue edisi November 2006 (beredar Oktober) juga menampilkan gadis yang sama.

Dasha_zhukova_russian_vogue

Ia adalah Daria Zhukova atau dikenal dengan nama panggilan Dasha. She's young, gorgeous, and very wealthy.

Namanya kemudian disebut sebagai orang ketiga dibalik percerian Abramovich dengan Irina, meskipun menurut sumber-sumber dekat dengan Abramovich-Irina, pernikahan mereka sudah bermasalah jauh sebelum hadirnya Dasha pada kehidupan Abramovich.

Namun tidak ada yang menuduh hubungan Dasha dengan pria berusia 17 tahun lebih tua karena alasan uang. Ayahnya, Alexander Zhukov, kawan dekat Abramovich, adalah juga salah satu orang terkaya di Rusia. Dan pada artikel di Vogue yang berjudul "The Ladies of Londongrad" itu, Dasha ditampilkan sebagai salah satu generasi baru Rusia, glamour dan sangat kaya, yang bermukim di London.

Abramovich yang sebelumnya menutup rapat kehidupan pribadinya telah berusaha mengajukkan keberatannya melalui High Court Inggris untuk mencegah penerbitan foto dan berita di News of the World. Meskipun berhasil mencegah beredarnya foto dirinya dan Dasha ketika berjalan berdua di tepi Sungai Seine di Paris, namun kasusnya dengan the News of the World ditolak oleh pengadilan Inggris.

Dasha sempat menghilang dari peredaran setelah itu, namun kini Abramovich selalu tampil bersama Dasha. Dan yang menghawatirkan para pendukung Chelsea FC, beberapa bulan terakhir Abramovich - yang sebelumnya selalu hadir- sering absen menonton pertandingan Chelsea.

Spekulasi awal adalah karena ketidakcocokan dengan Jose Mourniho (manajer Chelsea saat itu), hingga kemudian media menurunkan foto Abramovich yang 5 tahun lalu membeli klub sepakbola di London Barat seharga 140 juta poundsterling itu justru berlibur dengan Dasha saat Chelsea melakukan salah satu pertandingan terpenting di Liga Inggris.

Dasharoman_on_boat

Continue reading "As promised : Meet Daria "Dasha" Zhukova" »

December 10, 2006

Call that a knife?

Swissarmybaru Pisau Swiss Army adalah pisau paling terkenal di dunia. Menjadi perlengkapan standar bagi setiap astronot Nasa, dan juga ditampilkan pada Museum of Modern Art di New York sebagai contoh outstanding functional design.

Ketika Chris Bonnington mendaki Himalaya pada 1970, dia memakai semua alat yang ada pada pisau Swiss Army-nya, kecuali fish scaler; yang seperti ia sampaikan pada pembuatnya, karena memang tidak ada ikan di Annapurna.

Pada 1989 Professor John Ross, seorang dokter di pedalaman Uganda, menulis bahwa ia memakai saw blade pada pisau Swiss Army-nya, untuk melakukan 6 kali amputasi darurat, saat gergaji amputasinya dicuri orang.

Continue reading "Call that a knife?" »

September 22, 2006

Size zero, sample-size, skinny models

Madrid_fashionweek Pekan ini tengah berlangsung London Fashion Week yang digelar di Natural History Museum. Namun kali ini, acara tahunan terpenting di kalender dunia fashion Inggris tidak hanya ramai dengan mode terbaru yang ditampilkan, tapi juga isu ultra-skinny model.

Ramainya perdebatan berat badan para model ini, bermula dengan penyelenggara Madrid Fashion Week yang mem-banned model dengan BMI (Body Mass Index) dibawah 18,5. Aksi di Madrid itu dipicu dengan meninggalnya Luisel Ramos saat peragaan busana di Uruguay bulan lalu. Model berusia 22 tahun itu terkena serangan jantung beberapa saat setelah melangkah ke panggung--disebabkan hanya mengkonsumsi salad dan Diet Coke selama tiga bulan.

Garethpugh_lfw Langkah di Madrid itu membuat penyelenggara London fashion Week mendapat tekanan besar untuk melakukan hal yang sama. " It is not a question of size. It is a question od healt. If the girl eats well, execises and looks good, BMI has bothing to do with it,"  kata Chairman of London Fashion Week Stuard Ross membela diri.

Namun Ross, yang juga Direktur Marks&Spencer itu ditentang oleh Menteri Kebudayaan Inggris, Tessa Jowell yang setuju dengan pelarangan itu dan menyebut sebagai "an issue whose time has come" dan menuduh para model memberikan "bad example".

Continue reading "Size zero, sample-size, skinny models" »

August 10, 2006

Hair today, gone tomorrow

PoshnewcropPotong rambut is a BIG deal jika Anda adalah Mrs Beckham.

Minggu lalu, Victoria Beckham kembali menjadi headline di tabloid-tabloid Inggris dan halaman style surat kabar juga majalah karena Posh  yang dikenal sebagai fans berat hair extentions (rambut panjang sambungan) tampil dengan rambut pendek.

"Victoria Beckham has finally ditched her blonde streaked flowing locks for a dramatic elfin-style crop," begitu laporan Daily Mail yang bersama the Sun dan Daily Mirror menampilkan foto Posh dan rambut barunya di halaman satu mereka.

Continue reading "Hair today, gone tomorrow" »

May 24, 2006

Suncreams

Summersun Well, ternyata saya harus break beberapa menit dari Piala Dunia, karena perlu mencari suncream untuk anak-anak.

Seperti biasa saya tidak kemudian ke toko, namun cukup buka jendela lain di layar komputer. Yang saya cari adalah, infromasi tentang apa yang perlu diperhatikan dalam memilih suncream, sampai merk apa yang direkomendasikan.

Dan kembali Annalisa Barbieri, dari Guardian personal shopper menjawabnya, seperti juga ketika dulu saya mencari winter coat anak-anak.

                                              ***
I don't know how best to protect myself and my family from sunburn this summer - I feel bombarded by vague and contradictory information. For example, are there any suncreams that aren't greasy, clownish-looking, and generally unpleasant? How much, how often and at what factor should I be wearing? And what about my two-year-old son? And are those UV suits worth buying?

Suncreams come in two formulations: chemical or physical (also sometimes known as barriers). If they're chemical, they will generally contain one or more of these ingredients: benzophenone-3, homosalate, 4-methyl-benzylidene camphor (4-MBC), octyl-methoxycinnamate, octyl-dimethyl-PABA, isotridecyl salicylate, octyl salicylate and octocrylene.

Continue reading "Suncreams" »

May 23, 2006

Full length and fabulous ball

Kalau persiapan timnas lain hanyalah berupa latihan ketat, maka dengan David Beckham sebagai kaptennya, Timnas Inggris punya tradisi berpesta besar untuk memulai persiapan Piala Dunia.

                                             ***

Beckhamsparty Tenda putih raksasa terbentang di kebun belakang rumah David Beckham di Hertfodrshire, Inggris tengah.

Tenda yang disiapkan untuk menampung lebih dari 500 undangan itu bahkan lebih besar dari rumah di sampingnya yang dikenal di Inggris sebagai Beckingham Palace, plesetan dari Buckingham Palace, Istana Ratu Inggris.

Wayne Rooney dan tunangannya Coleen McLoughlin adalah termasuk undangan yang pertama datang ke pre-World Cup party yang bertajuk Full Length and Faboulus itu.

Selain seluruh skuad st george cross beserta pasangan mereka, ada sekitar 300 selebriti dan olahragawan terkenal yang datang pada pesta yang memakan biaya hingga 500 ribu poundsterling.

Continue reading "Full length and fabulous ball" »

May 12, 2006

Not-desperate housewives

Housewifeword Here we go again. Survey yang dilakukan oleh the Guardian dan ICM menyebutkan bahwa di Inggris punya anak dinilai sebagai kalah penting daripada a good job, an enjoyable career and 'enough' money.

Hasil survey itu juga menyatakan bahwa most people think a woman's status rest on how she earns her living.

And only 36% of women believe that people put children ahead of their career.

It's not really a surprise, is it?

Jangankan di negara maju, di negara-negara berkembang seperti Indonesia pun sejak lama hal itu terjadi.

Namun, jika ditelusuri lebih jauh ada perbedaan yang nyata antara kasus Indonesia dengan Inggris.

Di Indonesia banyak yang masih berpikir bahwa we can have it all. Bisa punya anak, tapi juga masih bisa berkarier.

Karena itu di Indonesia meskipun wanita karier jumlahnya terus bertambah, namun angka kelahiran pun juga tetap tinggi.

Housewifejob Di Inggris, women have learnt that they can not have it all, at least not at the same time.

Karena itu tetap berkarier atau punya anak adalah a choice yang harus dipilih salah satu.

Dan lebih banyak memilih yang pertama, karena itu menurut  the Office of National Statistics di Inggris fertility rate adalah 1,77 children per woman.

Bahkan pada 2001 sempat hanya 1,63. Jauh dibandingkan dengan 2,9 children di tahun 1960-an.

Memilih untuk tidak punya anak tidak pernah ada dalam pikiran saya.

Maka ketika hamil saya pun dihadapkan dengan pilihan klasik, apakah saya akan meninggalkan anak saya dengan orang lain dan saya kembali bekerja?

It was a choice between her and my career. I chose her.

Tidak bisakah dua-duanya? Tidak buat saya. Karena saya juga percaya pada we can not have it all.

Continue reading "Not-desperate housewives" »

May 07, 2006

Kiat (tidak) sukses

Pismesworldcup_1 Tadi pagi, sementara anak-anak tengah asyik menirukan gerak di Boogie Beebies, saya membaca di internet salah satu media di Indonesia, di rubrik kesehatan, "Kiat Bugar Nonton Bola".

Membaca judulnya saya langsung berkerut, mengutip kalimat anak saya, there is no such  thing as kiat- bugar- nonton- bola.

As in my daughter's "there is no such thing as monster".

Kalau pun ada kiat bugar nonton bola, menurut saya adalah: sekali-kali mencoba bermain sepakbola, tidak hanya nonton di TV.

Atau kalau mengikuti posting saya sebelumnya mengenai sepakbola dan health warning, kiatnya menjadi: DON'T!

Tentu saja, dua kiat itu tidak ada di artikel yang saya baca, instead ditulislah: cukup karbohidrat, makan makanan yang sehat, ngemil makanan yang tidak berlemak, dst.

Bahkan ada poin yang ridicilous: 1. Geser waktu tidur Anda lebih awal supaya bisa bangun menjelang jadwal pertandingan yang ditunggu. Bayar utang tidur di hari libur.

Kalau pun itu adalah kiat, menurut saya lebih cocok masuk dalam kiat untuk membuat marah pasangan Anda! Atau kiat untuk anak-anak Anda menuduh their parent are lazy.

Bayar utang tidur di hari libur? You having a laugh!

WarmupsSaya merasa lebih aman untuk stick dengan there is no such thing as kiat- bugar- nonton- bola.

Kiat itu, menurut saya, memang tidak untuk membuat bugar, tetapi an excuse.

Sebuah alasan dalam bentuk  yang lain, yaitu pembenaran yang membuat kita feel good and less guilty.

Seperti juga, alasan tidak bisa jogging karena bertempat tinggal jauh dari Senayan.

Seakan kalau tidak di Senayan, berlari-lari kecil selama beberapa waktu itu tidak disebut jogging.

Continue reading "Kiat (tidak) sukses" »

February 26, 2006

Is she having fun yet?

Victoriachanelshow_3 She's modeled for Cavalli and front-rowed it at Chanel. She leads a lifestyle most women would die for.

So why does Victoria Beckham always look so miserable?

Okay, so just imagine how it feels. You are invited to Milan to star in the Roberto Cavalli menswear show.

You'll be the only woman in a line-up that includes the world's most handsome young hunks (don't tell your husband, but that also means you'll get to see them in their underpants backstage).

You'll also get to wear a fabulous diaphanous gown that has been made specially for you, and be primped and preened to perfection by the world's best hair and make-up artists (yippee!).

The paparazzi will go wild, and you'll be all over the front pages the next day.

Is it vulgar to talk about money? Let's just say you won't be doing this for free, and you'll probably get a lavish complimentary Roberto Cavalli shopping trip thrown into the bargain.

Life is simply magnificent for Victoria Beckham, isn't it?

So why doesn't she look like she's enjoying it?

Vbeckhammodelingrobertcavalli Her jaunt along the catwalk in Milan should have been a public celebration of the fame and fabulousness she so clearly craves, yet from where I was sitting, Britain's most photographed woman looked nervous, uncomfortable and cripplingly self-conscious.

The hair was enormous, the tan was seamless and her trademark hungry pout was frozen onto her face, but there was no mistaking the look of terror in her eyes.

She stared into the middle distance and seemed to be concentrating hard, on not falling over, on looking "sultry", on moving her arms and legs at the same time.

Continue reading "Is she having fun yet?" »

December 14, 2005

Leather pants

Todaytheguardian Beberapa menit lalu, saya baru menyelesaikan membaca harian the Guardian edisi hari ini, Sabtu 17 Desember 2005.

Sebagaian besar dari artikelnya sangat menarik untuk dibaca. Saat ini saya masih senyum-senyum teringat dengan beberapa artikel itu.

Itulah salah satu yang paling saya sukai in my humble daily life : membaca tulisan/artikel yang menarik. Tidak hanya menarik tema-nya, tetapi juga menarik bagaimana tulisan/artikel itu ditulis.

Seringkali saya sebenarnya tidak tahu/mengerti mengenai tema yang ditulis, tetapi saya menjadi love to read it, karena tulisan/artikel itu begitu bagus di tulis.

Bisa dibayangkan jika artikel/tulisan itu kebetulan membahas tema yang memang saya mengerti. Wonderfull! Saya pasti akan terus menerus membicarakannya ke suami saya. Dan biasanya membuat suami ingin membaca juga.

Teman baik saya, Tomi dan Karin juga sependapat mengenai great writing ini. Ketika mereka tinggal di London, kami berdua sering terkagum-kagum dengan bagaimana artikel-artikel di surat kabar Inggris di tulis.

Smart!Begitu pendapat kami. Karena itu pula, menantang bagi pembacanya juga untuk smart. Otherwise you won't get it.

Dan itu pula lah the main reason saya suka membaca, berharap untuk menjadi cerdas.

Artikel bagus yang saya maksud tidak selalu berupa tulisan dengan tema 'berat', hal-hal kecil pun bisa dibuat menjadi tulisan/artikel bagus.

Karena itu, saya practically love to read anything. Dengan harapan mendapatkan sesuatu dari yang saya baca itu, meskipun kadang-kadang hanya berupa senyuman, mengagumi apa yang saya baca.

Ebaylogo_1 Dua hari lalu, saya menemukan artikel smart dari unlikely source: Ebay. Buat yang belum kenal, Ebay adalah tempat jual-beli online, yang sebagian besar berupa auction, lelang.

Seseorang mencoba menjual celana panjang kulit (leather pants)di ebay dengan deskripsi artikel yang sangat menarik.

Fakta yang melekat dengan leather pants adalah: hanya sedikit orang yang bagus memakainya, tetapi banyak orang yang membuat kesalahan mengira mereka termasuk sedikit orang yang fortunate itu sehingga membelinya.

Leatherpant_2 Tentu saja kemudian, bagi sebagian besar orang itu, membeli leather pants adalah a mistake, sebuah kesalahan.

Ingat salah satu episode Friends dimana Ross Geller memakai leather pants?

Artikel dari seseorang yang menjual his leather pants-nya di ebay ini, menuliskan fakta tersebut dengan smart.

A Pair of Leather pants itu terjual dengan harga $102.50 (£58) dengan 22 bids. Dan saya berpikir, harga yang lumayan tinggi itu mungkin berkat artikel yang ditulis oleh penjual mengenai dagangannya itu.

Dan pembelinya, semoga saja understand what he/she has been doing. Tidak membuat the same mistake.

You are bidding on a mistake. We all make mistakes. We date the wrong people for too long. We chew gum with our mouths open. We say inappropriate things in front of grandma.

And we buy leather pants.

I can explain these pants and why they are in my possession. I bought them many, many years ago under the spell of a woman whom I believed to have taste. She suggested I try them on. I did. She said they looked good. I wanted to have a relationship of sorts with her. I'm stupid and prone to impulsive decisions. I bought the pants.

The relationship, probably for better, never materialised. The girl, whose name I can't even recall, is a distant memory. I think she was short.

Ultimately, the pants were placed in the closet where they have remained, unworn, for nearly a decade. I would like to emphasise that aside from trying these pants on, they have never, ever been worn. In public or private.

I have not worn these leather pants for the following reasons:

I am not a member of Queen.

I do not like motorcycles.

I am not Rod Stewart.

I am not French.

I do not cruise for transvestites in an expensive sports car.

These were not cheap leather pants. They are Donna Karan leather pants. They're for men. Brave men, I would think. Perhaps tattooed, pierced men. In fact, I'll go so far as to say you either have to be very tough, very gay, or very famous to wear these pants and get away with it.

Again, they're men's pants, but they'd probably look great on the right lady. Ladies can get away with leather pants much more often than men can. It's a sad fact that men who own leather pants will have to come to terms with.

They are size 34x34. I am no longer size 34x34, so even were I to suddenly decide I was a famous gay biker I would not be able to wear these pants. These pants are destined for someone else. For reasons unknown - perhaps to keep my options open, in case I wanted to become a pirate - I have shuffled these unworn pants from house to house, closet to closet. Alas, it is now time to part ways so that I may use the extra room for any rhinestone-studded jeans I may purchase in the future.

These pants are in excellent condition. They were never taken on pirate expeditions. They weren't worn onstage. They didn't straddle a Harley, or a guy named Harley. They just hung there, sad and ignored, for a few presidencies.

Someone, somewhere, will look great in these pants. I'm hoping that someone is you, or that you can be suckered into buying them by a girl you're trying to bed. Please buy these leather pants .

Ebaybuyitsellitloveit_2 Terus terang, saya masih senyum-senyum setiap kali membaca (lagi) atau mengingat artikel di atas. Love it. Love it. Love it.

(Sumber: Ebay.co.uk dan the Guardian)

November 12, 2005

Smell like Beckham

BeckhamparfumeFANS of David Beckham's sense of style will soon be able to smell like him too.

The England captain's new fragrance is to launch in Britain on Monday.

Called David Beckham Instinct, it contains the scents of grapefruit, mandarin leaf, cardamom seeds, and patchouli.

The heady mixture is made by Coty who created fragrances for Jennifer Lopez, Celine Dion and Sarah Jessica Parker.

It will go on sale exclusively at  Superdrug  which plans to draft in extra security staff to cope with the anticipated rush of customers.

The store predicts that Instinct will be the most successful celebrity endorsed male fragrance.

Beckham was initially reluctant to launch the scent in Britain because of his footballing commitments, Superdrug said.

The chain's fragrance buyer Tim Hughes said: "When we heard David was launching his fragrance across the world, but didn't plan to sell it in his home country, we had to ask ourselves why, and set ourselves the challenge to change his mind."

Superdrug plans to mark the launch by wafting Instinct around its flagship store on Monday.

Mr Hughes added: "David Beckham is one of the world's most recognisable stars and our customers see him as much as a style icon as a great footballer."

David Beckham Instinct eau de toilette will cost £15 for 30ml and £30 for 75ml. Rush now while stocks last.

(taken from  manchester online news and Guardian blog)

April 20, 2005

Posh's fashion

Dua hari lalu, Posh kembali membuat headline ketika ia memakai rok tembus pandang saat berada di Paris bersama David dalam rangka ulang tahunnya yang ke-31. (kiri atas)

PoshfashiondisasterDari rangkaian foto--disebut di UK sebagai Posh's fashion disasters--ini, saya dan suami Ingat sekali satu foto yaitu Victoria tampil bersama David untuk pertama kali setelah 'Rebeca Loos thing '. (tengah atas)

Kami melihatnya di TV, Posh dengan memakai corset dan lipstik merah menyala berpose di depan fotografer ketika menghadiri acara award ceremony di London.

(taken from thisislondon.co.uk)

February 14, 2005

Doing Things ‘the Ikea Way’

IkeaedmontonLast week, several people were hurt in the crush as thousand flocked to the midnight opening of Ikea’s newest store.

The shop stayed open for just 30 minutes because of safety fears at the store in Edmonton, North London. Five people were taken to hospital, one with chest pains, and up to 20 suffered from heat exaustion.

A stampede at the opening of an Ikea in north London has thrown the spotlight on a furniture store that enjoys a unique place in British life. 

If Dante had written his Inferno today, he might have added a tenth circle of hell - visiting Ikea on a Sunday.

Ikea is one of the few reasons why having a job where you work weekends - and have the odd weekday off - is a godsend. (mind you, my husband is having that).

Visit an outlet of the furniture giant on a Tuesday afternoon and it's just a trip to the shops. Visit on a Saturday or a Sunday and you may well end up with Vietnam-style flashbacks.

Ikea has played a huge part in the lives of Britons since the opening of the first store in 1987.

On any Sunday, hundreds of thousands of people in the UK visit an Ikea. Last year 33 million people visited one of the stores.

It has even been estimated that one in 10 Europeans are conceived in an Ikea bed.

Indeed, if you bump into a Briton under the age of 50 who has never visited Ikea, it is not unlikely that they are either from the Hebrides, or a member of the aristocracy.

In much of the rest of Europe, it's a similar story, leaving founder Ingvar Kamprad as one of the world's richest men, with his firm now having 179 branches in 23 countries.

Statistics analysed by the Swedish business magazine Veckans Affarer suggest that the founder of Ikea is now richer than Bill Gates of Microsoft, being worth nearly £29bn (some even say more). The most recent Forbes magazine rich list put Mr Gates at £25.5bn ($46.6bn).

Ikeaway_1Whether it's couples fitting out their first one-bedroom flat, or parents of children who have woken up one day as teenagers and require the replacement of all their cartoon-character themed bedroom furnishings, all must go to Ikea as a modern rite of passage.

The advent of Ikea may leave customers with the unnerving feeling of recognising all the furniture in other people's homes, but there is no doubt that it has improved our interiors.

Continuing the work started by Habitat in remedying the generally bland, even poor, design of British mass-produced furniture, Ikea has brought ordinary people good design at low prices.

It is easy to conclude that its £6 lamps and £100 sofas have helped spark the current home improvement obsession.

Duncan Riches, of contemporary classic design firm SCP, said, ‘’They do lines that look like classic designs. It is similar to the fashion world where you have the high-end stuff like the Guccis and that distils down to the High Street. Ikea take classic design and make them available to the High Street market.’’

‘’People like the simplicity and versatility of their design, and the sheer cleverness of it,’’ says Gary Davies, professor of corporate reputation at Manchester Business School.

‘’We are a bank of inspiration on how to make the home in a better, more organised way,’’says Göran Nilsson, the UK's managing director. "The market is screaming for us," he adds.

The Brent Park outlet is the busiest of Ikea's UK stores, with five million people passing through it each year.

Trips to Ikea should be organised with 'military precision'. As in any superstore designed by retail psychology's finest minds, a typical Ikea is laid out so you need to pass through most of the shop before getting to the tills.

Ikeaflatpack_2The uninitiated can often leave with trolleys full of unwanted houseplants and seagrass mats if they do not keep their wits about them.

But shoppers will continue to be amazed at just what you can get for £6, or on that Edmonton case, leather sofa for £45 and bed frame for £35.

Kami adalah salah satu ‘Ikea fans club’. Sejalan dengan ‘philosophy’ saya dalam berbelanja: harus murah dan ‘lucu’, baru kemudian kualitas. Menurut suami , faktor lucu itu sering membuat saya menolak memilih alternatif lain (harga sama) dengan kualitas yang lebih baik.

‘’Tapi yang ini kan lucu,’’ argumen saya yang paling tidak disuka suami karena artinya, the decision is final. It doesn't make sense, he says. Untung saja, ‘philosophy’ yang lain, murah dan berkualitas, (sangat) disetujui.

Ketika kami membeli rumah, beberapa tahun lalu, hampir setiap minggu kami pergi ke Ikea. Virtually, everything in our house is Ikea’s.

‘’Kenapa rumahmu sama dengan katalog Ikea, ‘’komentar seorang teman ketika pertama kali ke rumah.

Tetapi it’s not a bad thing (is it?), karena rumah- kecil- berisi- katalog- Ikea itu berhasil membuat banyak teman ikut menjadikan Ikea sebagai their favorite store.

Bahkan beberapa student juga berupaya untuk bisa menyelipkan beberapa Ikea items ke dalam bagasi kepulangan mereka ke Tanah Air.

Dan salah satu dari mereka, kini tengah membangun ‘rumah kecil’, dengan berbekal katalog Ikea yang dibawa dari London untuk mendesign furniture mereka. Ia menelpon,‘’Ketika kami menjelaskan pada developer apa mau kami, apa yang ada dikepala adalah rumah kalian di London’’.


The facts

Ikeabillybookcase130m: Copies of the Ikea catalogue distributed last year
310m: Number of people who visited a branch of Ikea worldwide last year
186: Ikea stores worldwide
76,000: Ikea "co-workers" across the globe
19th: Ikea's position in the ranking of the world's most-visited food outlets
3,979,600 sq m: Space taken up by Ikea stores across the planet (equivalent to 577 Premiership football pitches)
£7.6bn: Annual global sales
112,606,368: Number of meatballs Ikea sold last year
£32bn: Founder Ingvar Kamprad's estimated personal fortune
10,000: Approximate number of items in the company's product range

IkeaklippansofaBest-selling products in the UK: 

1. Billy bookshelves
2. Klippan sofas
3. Glimma tealights
4. Poang chair
5. Bumerang clothes hangers

World's biggest purchasers of Ikea goods: 

1.Germans
2. Britons
3. Americans
4. French
5. Swedes

(foto-foto dan sumber artikel dari www.bbc.co.uk, www.guardian.co.uk dan www.thetimesonline.co.uk) 

February 05, 2005

Those Wristbands

Jawa Pos, 5 Februari 2005
Nurani Susilo, London

Ketika Kamis sore lalu Thierry Henry dan Rio Ferdinand tampil bersama, mereka bukanlah melanjutkan duel Arsenal-Manchester United ke luar lapangan. Tetapi dua bintang dari dua klub besar Inggris itu berada di sebuah hotel di London untuk peluncuran sebuah gelang plastik.

Ya, wristband  hitam putih yang adalah simbol dari kampanye anti rasisme di Inggris.

Henrystandupspeakup1The latest wristband itu akan dipakai oleh Henry dan Rio dan juga Beberapa bintang Liga Inggris lain sebagai wujud dukungan bagi kampanye anti rasisme yang berslogan Stand Up, Speak Up.

Black-white wristband ini dijual di Inggris dengan harga 1,5 poundsterling.

Selain wristband, kampanye anti resisme itu juga berupa emblem yang kini dipakai semua kaos tim Liga Inggris di dada kanan. Emblem yang juga berwarna hitam putih dengan tulisan Stand Up, Speak Up itu pertama kali dipakai oleh Arsenal dan Manchester United dalam pertandingan mereka Selasa lalu.

Juga akan dipakai oleh timnas Inggris dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia Rabu depan.

Tidak hanya wristband hitam-putih yang dipakai Rio Ferdinand tapi juga wristband biru.  Dipakai oleh pemain-pemain premiership dan juga celebrity Inggris untuk mengkampanyekan anti-bullying di kalangan anak-anak dan remaja Inggris.

Rooneywband_1Anti-bullying drive adalah kampanye untuk menghapus intimidasi psikologis dan fisik dikalangan anak-anak dan remaja Inggris.

Tindakan yang (dari dulu) sering terjadi di sekolah-sekolah Inggris, kini semakin membahayakan karena beberapa kasus menyebabkan anak yang di-bullying kemudian bunuh diri karena tertekan.

Pemain yang memakai wristband biru ini selain Rio antara lain adalah Wayne Rooney, Frank Lampard, Steven Gerrard dan David Beckham.

Sementara  orange wristband dipakai oleh striker West Ham asal Ukraina, Sergei Rebov untuk mendukung Victor Yushcenko --kini presiden Ukraina--dalam pemilihan umum yang diulang beberapa waktu lalu.

Pemain depan AC Milan Adreiy Svechenko,juga berasal dari Ukraina, tampak pula mengenakan orange wristband.

Trend wristband ini dimulai tahun lalu dengan yellow wristband yang menjadi sponsor yayasan kanker milik pembalap sepeda Amerika Serikat Lance Amstrong.

Yellow wristband yang di Inggris dijual dengan harga 1 poundsterling ini dipakai oleh pemain seperti Gary Neville.

Nike yang menjadi produsen wristband yang bertuliskan Live strong ini pertama membuat 5 juta yang langsung habis dalam waktu dua bulan. Gelombang kedua sebanyak 6 juta kini telah terjual lebih dari separuhnya.

Yellow wristband ini tidak hanya dipakai oleh para pemain sepakbola dan olahragawan, tetapi juga oleh artis dan orang-orang terkenal yang lain.

Lanceamstrong_1Britney Spears, Ben Affleck, Angelina Jolie dan Gwynett Patrow tampil dengan gelang kuning itu. Juga Mantan Presiden Amerika Bill Clinton dan John Kerry --kandidat Presiden Amerika yang kalah dari George W Bush-- juga tampak mengenakan yellow wristband itu dalam kampanyenya.

Yayasan kanker yang didirikan tahun 1997 oleh pembalap yang survive dari penyakit kanker itu telah mendapatkan dana tidak kurang dari 5 juta poundsterling tahun lalu hanya dari penjualan yellow wristband itu.

Karena seorang pemain Liga Inggris tidak hanya mensponsori salah satu kampanye di atas maka banyak diantaranya yang memakai beberapa wristbands. Kalau Rio memakai  biru dan hitam putih maka Tierry Henry memakai wristbands kuning, biru dan juga hitam-putih.

Tetapi yang jelas tidak ada satu pun pemain sepakbola yang tampak mengenakan white wristband. Yang adalah simbol dari kampanye anti seks sebelum menikah.

**For everything about wristbands bisa dilihat di sini.

Foto : arsenal.com, thetimesonline.co.uk, thisislondon.co.uk

January 11, 2005

Online Shoppers

Beberapa waktu lalu Evening Standard memberitakan bahwa warga London dan juga Inggris secara umum sekarang cenderung untuk belanja online. Data menunjukkan mereka yang berbelanja online semakin tahun semakin bertambah.

Alasan utama, masih dari laporan koran sore London itu adalah kenyamanan. Toko online buka 24 jam, dengan begitu belanja bisa dilakukan kapan saja. Dan di mana saja, bisa dari kantor dan tentu saja dari rumah.

Kedua, harga barang lebih murah. Ini karena pemilik toko online bisa memangkas ongkos produksi,  tidak harus sewa toko di jalan besar atau rekrut banyak pegawai.

Contohnya, Amazon (one of our favourite) toko online yang semula hanya menjual buku, kini merambat ke barang-barang elektronik itu, pernah saya lihat di TV hanya berupa gudang, komputer dan pegawai yang tidak seberapa banyak.

Poin kedua ini adalah alasan terkuat kami untuk belanja online. Apalagi saya, kalau istilah suami sebagai 'tidak bisa tidur kalau kedapatan membeli barang kemahalan',  meskipun hanya berbeda beberapa pence.

Jangan heran kalau saya hapal setiap item barang kebutuhan sehari-hari kami sampai digit pence, di setiap supermarket di Inggris.

Ketiga, pembeli tak perlu repot angkat-angkat barang karena semua diantar langsung ke rumah. Yang meskipun dikenakan biaya tambahan, total yang harus dibayar pembeli tetap saja masih murah daripada harga di toko konvensional.

Bahkan, untuk barang dengan harga tertentu tidak dikenakan biaya delivery. Amazon misalnya, pembelian diatas 19 poundsterling adalah free delivey.

Dan kalau dengan suatu alasan pembeli  ingin mengembalikan barang itu. Just call their number atau send an email. Barang yang kita beli itu akan diambil, tanpa sedikitpun uang kita terpotong.

Garansi pengembalian barang ini berlaku hingga 48 hari with no hassle, barang sudah dipakai, box sudah dibuka atau tag sudah hilang tetap diterima.

Karena begitu bagusnya perlindungan konsumen di Inggris, alasan apapun juga dibolehkan, dari kondisi barang yang tidak sempurna hingga alasan, berubah pikiran untuk tidak jadi membeli.

Seorang teman bercerita kalau temannya suka memanfaatkan hal itu dengan membeli sebuah buku --yang ia suka--kemudian ketika selesai dibaca dikembalikan lagi ke tokonya dengan alasan ia tidak suka dengan buku itu.

Sebaliknya, saya punya pengalaman menakjubkan mengenai pengembalian barang di tanah air tercinta, tentu saja. Suatu hari saya mengembalikan magic jar yang dibeli ibu saya, yang setelah dicoba di rumah menghasilkan nasi yang gosong.

Setelah di coba dua kali dan tetap gosong, saya dengan berbekal tanda bukti pembelian datang ke Moro, supermarket terbesar di Purwokerto, hari itu juga.

Mereka menolak dengan alasan tag harga sudah tidak ada dan yang lebih tidak masuk akal lagi, karena barang itu sudah dicoba/dipakai. 

Toko yang sama juga pernah melarang saya masuk --pintu masuknya dijaga satpam--hanya karena saya dianggap memakai jaket oleh satpam itu. Saya saat itu memakai kaos panjang, tipis, tidak tebal, tapi memang ada hood-nya.

Dengan segala cara--termasuk saya bilang, saya nggak pakai baju lagi didalamnya, sementara kalau jaket berarti saya memakai baju/kaos lain--saya meyakinkan itu bukan jaket, tetap saja si satpam menganggap saya memakai jaket.

Satu-satunya alasan yang membuat saya mengurungkan niat saya untuk melanjutkan dua insident di atas dengan Moro karena kakak saya memprovokasi dengan: "Yang waras ngalah". Tapi kalau suatu hari misalnya Moro--yang laris sekali--itu bangkrut, I won't feel sorry for them, that's for sure.

Speaking of Jacket.  Evening Standard juga mencantumkan satu alasan lain, cuaca. Hujan terus-menerus ditambah suhu udara yang menusuk tulang membuat orang malas berbelanja. Ketika saya menulis artikel ini, hujan baru saja reda setelah seharian tercurah dari langit.

ShoppingSaya dan suami sama sekali tidak surprise dengan laporan Evening Standard itu. Kami justru kaget jika ada orang di Inggris or negara maju lain, yang tidak pernah belanja online.

Dari semua barang yang kami beli, 90% nya kami beli online. Sepuluh persen sisanya itu adalah grocery (kebutuhan sehari-hari) serta pakaian dan sepatu yang biasanya saya beli ketika musim sale.

Bahkan kadang-kadang grocery-pun saya beli online, karena supermarket juga menyediakan layanan itu.

Istilah going shopping bagi kami adalah window shopping; lihat-lihat, pegang-pegang dan mencoba-coba .The real shopping bagi kami adalah dengan internet.

Kecuali untuk IKEA, satu-satunya toko favourite kami yang tidak melayani online shopping. Segala pembelian tiket, train or pesawat or tiket-tiket lain, kadang-kadang tiket film juga kami beli online. It's cheaper and of course no queue. 

Barang termahal yang kami beli online adalah rumah. Yeap, rumah kecil di tepi sungai Thames ini, --di tepi sungai dalam arti yang sebenarnya, karena hanya sekitar 100 meter dari Sungai Thames--  kami beli online. Kami tinggal masukan price range, kondisi rumah --baru atau lama, jumlah kamar, with/without garden, flat/apartmenet/rumah-- dan daerah yang kita inginkan.

Beberapa detik kemudian, muncullah daftar rumah yang matching dengan deskripsi yang kami inginkan. Lengkap dengan alamat, telpon dan email serta website estate agen rumah itu.

Langkah selanjutnya kami tinggal telpon or email satu persatu estate agen itu untuk booking viewing. Setelah viewing dan mantap dengan satu rumah, call the estate agen  bahwa kita mau rumah itu.

Kita tinggal call bank untuk urusan mortgage dan surveyor (memastikan the agreed price tidak lebih tinggi dari penilaian bank atas rumah tsb, juga kondisi konstruksi rumah) serta call a solicitor untuk the legal stuff.

Beberapa hari selanjutnya, tiga pihak itu yang akan bekerja. Mereka akan telpon kami kalau ada yang perlu dibicarakan dan send document via pos jika ada yang perlu kami tanda tangani.

Dalam membeli rumah itu kami hanya sekali ketemu pemilik rumah --Andy, ia pindah kerja ke Somerset, Inggris tengah --kurang dari 30 menit ketika viewing rumahnya dan sekali ketemu estate agent ketika mengambil kunci rumah.

Viewing rumah ini terasa special bagi kami karena saat itu tengah hujan salju lebat, terlebat selama sepuluh tahun terakhir, saya sudah sangat putus asa karena sudah beberapa rumah kami lihat tidak juga cocok atau ketika kami suka, orang lain juga suka dan biasanya kami kalah cepat atau di-gazump-ing alias ada pembeli lain yang membeli dengan harga lebih tinggi di last minute.

Pertemuan singkat dengan Andy yang rumahnya  yang baru berusia 1,5 tahun itu begitu rapi dan bersih--fyi saya itu 'Monica in Friends' kalau untuk urusan kebersihan-- sangat berkesan bagi kami juga tampaknya bagi Andy.

Terbukti ia prefer us untuk memiliki rumahnya ketika beberapa pembeli lain dalam waktu yang sama dengan kami, juga agreed full asking price. "Alhamdulillah, kalau sudah jodoh tidak akan kemana-mana," begitu kata suami saya but I sensed he wasn't talking about the house.

Everything, selain viewing itu,  kami selesaikan dengan internet, telepon dan surat menyurat. Tidak sekalipun kami datang ke bank. Dan meskipun kami akrab dengan solicitor kami, tidak pernah kami bertemu muka.

Barang kedua termahal yang kami beli online adalah mobil. Setelah sekian lama berpikir mobil apa yang kami beli, akhirnya kami memutuskan membeli "the European car of the year" tahun itu. Dan--seperti kami duga--the best price yang kami temui juga disebuah toko mobil online.

Seperti juga rumah, kami tinggal masukan mobil yang kita mau dan berikut spesifikasinya dan dalam waktu tiga bulan --karena mobil itu khusus dibuat dengan spesifikasi kita--mobil itu diantar.

Semua urusan kami selesaikan dengan telpon dan internet. Dan kita saving tidak kurang dari 1000 poundsterling dengan membeli online (£1= Rp 17.000,00) The best deal we have ever had.

Kalau dua barang- termahal -dalam- hidup- kami saja dibeli online, tentu tidak perlu saya jelaskan satu-satu barang lain yang kami beli online. Karena, tidak akan ada selesainya.

Ketika kami memutuskan untuk membeli barang second hand,  tetap saja kami beli online. Saya biasanya akan bidding di Ebay which is di depan komputer juga. Jadi kalau saya asyik di depan komputer, jangan berprasangka baik kalau saya tengah doing something produktif, menulis artikel misalnya.

Instead, kalau tidak belanja online ya bidding di Ebay. Karena itu,  sering ketika saya benar-benar tengah produktif, suami saya langsung menuduh,"Beli apa lagi". I don't blame him, really.

The hardest part dari shopping bagi kami adalah, ketika satu bulan kemudian kami harus kembali duduk di depan untuk membayar tagihan kartu kredit. Berat disini maksudnya adalah membayar or mengeluarkan uang,  bukan karena kami harus melangkahkan kaki kemudian antri di  bank.

Karena kami hampir tidak pernah berkunjung ke bank, tetapi memakai online banking. Pergi ke bank bagi kami hanya lah ketika mencairkan cek --yang di Inggris adalah alat pembayaran yang sama populernya dengan cash atau debit/credit card. Jual beli di Ebay juga sering menggunakan cek.

Online banking ini sangat bermanfaat terutama jika suami saya pergi ke luar kota/negeri. Saya tidak pernah direpotkan dengan tugas tambahan membayar tetek bengek tagihan.

I won't mind if you called  me matre, --that's what my hubby also says, sometime. I think he's joking, though--because I love the Master Card advert: There is something money  can't buy. For everything else there is Master Card.

*Additional reporting by Ayah

**picture: the other reason for shopping online: it's not even load with the shopping yet but I already struggle. Once I let Kirana on loose, and I lost her!

December 16, 2004

Apple Store dan militan Inggris

by Ayah

Orang-orang Inggris dikenal terobsesi (atau militan, kata istri saya) dengan antri. Apa saja antri, dari antri tiket, sampai antri peluncuran buku. Makanya saya tidak begitu heran ketika pada suatu petang di akhir November lalu, saya menonton berita tentang ratusan orang antri di depan toko Apple di hari pembukaan 'The first Apple store in Europe' itu.

Mereka mengantri tidak hanya setengah jam atau dua tiga jam tetapi semalaman. Padahal di awal musim dingin seperti ini, suhu bisa menjadi 1 derajat atau bahkan nol derajat di malam hari. Mereka rela tidur di luar toko untuk menjadi the very first bunch of customers, yang melintas pintu toko di hari pembukaanya.

"Kok mereka mau 'menderita' seperti itu ya," guman saya. Pikiran saya langsung membayangkan dingin menusuk tulang yang berlangsung semalaman. Istri saya yang kebetulan mendengar langsung menjawab. "Tahu sendirilah orang sini. Mereka itu jenis orang yang dengan bangga mengatakan (ke teman hingga anak cucu mereka kelak): saya dulu hadir di pembukaan toko Apple".

History in the making, istilahnya . Itu sebabnya ribuan orang akan mengantri bila suatu event penting berlangsung. "I was there" adalah kebanggaan tinggi bagi orang Inggris.

Namun untuk satu ini ada alasan lain . Apple ini mempunyai banyak pengikut dan pengguna yang sangat fanatik. Bagi mereka, produk Apple entah itu iMac, eMac, iBook, atau Powerbook, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Dan bagi mereka itu, datang ke setiap pembukaan toko perusahaan Steve Jobs ini hukumnya wajib. Sambil mengantri semalaman, mereka biasanya membawa Powerbook atau iBook atau iPod mereka. Selain makanan dan sleeping bag tentu saja.

Belakangan saya tahu selain alasan 'ingin menjadi bagian dari sejarah'dan kesetiaan mereka dengan apple, juga karena ada reward dari mengantri semalaman di suhu yang sangat dingin: Goody bags.

Sudah menjadi tradisi Apple untuk memberikan goody bags kepada 300 pembeli pertama di toko mereka. Di dalam goody bags terdapat pernik atau produk Apple. Mulai yang berharga murah sampai barang dambaan banyak orang : iPod.

Nah, sepertinya iPod inilah yang menjadi sasaran utama. "Saya datang ke sini memang untuk mendapatkan iPod gratis. Siapa tahu beruntung seperti teman saya yang mengantri di pembukaan toko di San Fransisco," kata seorang gadis kepada BBC.

Sejauh ini, berdasar pantauan dari media di Inggris, sepertinya tidak ada yang mendapat iPod. Atau mungkin saja mereka yang beruntung tidak mau ngomong. Beberapa orang yang ditemui BBC mengatakan mereka hanya mendapat mouse, keyboard, dan airport express.

"Meski begitu saya tetap senang bisa datang ke pembukaan toko Apple ini," katanya masih kepada BBC. Mungkin karena ia datang juga karena dua alasan lain itu.

Rasa ingin tahu membuat saya datang ke toko Apple itu beberapa hari lalu. Toko yang terletak di Oxford Circus itu ternyata penuh sesak. Antrian di kasir berkelok-kelok seperti ular. Kepada salah seorang staf toko saya menanyakan apakah toko Apple selalu ramai setiap hari.

"Seperti inilah keadaannya. Toko selalu penuh sejak dibuka," katanya sambil tersenyum. Tadinya saya mengira toko penuh sesak pengunjung karena hari itu kebetulan hari Sabtu.

Salah satu daya tariknya saya kira toko ini tidak seperti toko elektronik lain. Pertama, mereka memajang produk mereka mulai dari iBook sampai iPod dalam posisi on dan pengunjung bisa bermain dengan produk ini sepuasnya. Sementara di toko lain, untuk menjajal sebuah produk harus minta bantuan staf toko karena biasanya produk tersebut diberi password.

Kedua, di lantai dua toko ini terdapat ruang besar untuk workshop gratis. Ketiga, masih di lantai dua terdapat bar, yang diberi nama Genius Bar. Nah, keunggulan bar ini, semua staf bisa berbicara dengan fasih tentang semua produk Apple.

Tidak hanya itu. Manajer toko mengatakan," Staf-staf kami bisa melayani 24 bahasa. Termasuk Windows". Luar biasa!

Melihat respon di London itu, Apple berencana membuka toko lain di Inggris, yaitu di Birmingham dan Bluewater di Kent pinggiran london. Tempat yang terakhir ini tidak jauh dari rumah saya. Sekitar 20 menit dengan bermobil.

Sepertinya saya tidak akan membuang momen pembukaan itu dengan percuma. Alasan yang mendorong saya: bukan yang berhubungan dengan sejarah. You know what I mean.