London

June 05, 2008

As promised : Meet Daria "Dasha" Zhukova

Dasha_newsotworld

Namanya melejit sejak 8 Oktober 2006 ketika News of the World menampilkan fotonya di halaman pertama tabloid yang terbit setiap hari Minggu itu dengan tajuk " The Red Rom and the Brunette". Si rambut merah, Roman Abramovich, di foto itu terlihat berdua dengan seorang gadis berambut hitam (brunette).

Who's that girl?

Adalah pertanyaan yang kemudian muncul di publik Inggris. Namun bagi para pemerhati dunia fashion , the Brunette itu bukan nama yang asing lagi. Karena pada halaman 237 Majalah Vogue edisi November 2006 (beredar Oktober) juga menampilkan gadis yang sama.

Dasha_zhukova_russian_vogue

Ia adalah Daria Zhukova atau dikenal dengan nama panggilan Dasha. She's young, gorgeous, and very wealthy.

Namanya kemudian disebut sebagai orang ketiga dibalik percerian Abramovich dengan Irina, meskipun menurut sumber-sumber dekat dengan Abramovich-Irina, pernikahan mereka sudah bermasalah jauh sebelum hadirnya Dasha pada kehidupan Abramovich.

Namun tidak ada yang menuduh hubungan Dasha dengan pria berusia 17 tahun lebih tua karena alasan uang. Ayahnya, Alexander Zhukov, kawan dekat Abramovich, adalah juga salah satu orang terkaya di Rusia. Dan pada artikel di Vogue yang berjudul "The Ladies of Londongrad" itu, Dasha ditampilkan sebagai salah satu generasi baru Rusia, glamour dan sangat kaya, yang bermukim di London.

Abramovich yang sebelumnya menutup rapat kehidupan pribadinya telah berusaha mengajukkan keberatannya melalui High Court Inggris untuk mencegah penerbitan foto dan berita di News of the World. Meskipun berhasil mencegah beredarnya foto dirinya dan Dasha ketika berjalan berdua di tepi Sungai Seine di Paris, namun kasusnya dengan the News of the World ditolak oleh pengadilan Inggris.

Dasha sempat menghilang dari peredaran setelah itu, namun kini Abramovich selalu tampil bersama Dasha. Dan yang menghawatirkan para pendukung Chelsea FC, beberapa bulan terakhir Abramovich - yang sebelumnya selalu hadir- sering absen menonton pertandingan Chelsea.

Spekulasi awal adalah karena ketidakcocokan dengan Jose Mourniho (manajer Chelsea saat itu), hingga kemudian media menurunkan foto Abramovich yang 5 tahun lalu membeli klub sepakbola di London Barat seharga 140 juta poundsterling itu justru berlibur dengan Dasha saat Chelsea melakukan salah satu pertandingan terpenting di Liga Inggris.

Dasharoman_on_boat

Continue reading "As promised : Meet Daria "Dasha" Zhukova" »

April 08, 2008

Spring was on hold

Sunday, April 6, 2008

Img_6341

Img_6327

Img_6328

Continue reading "Spring was on hold " »

July 11, 2007

Wimbledon, last but not least

Img_1633
Akhir Minggu kemarin cuaca sangat cerah, bertepatan dengan final Wimbledon, Tour de France, sampai ke British Formula 1 di Silverstone.

Penutup cerita Wimbledon, seperti semua tahu, Venus dan Roger Federer menjadi juara. Well, it wasn't really big surprise.

Continue reading "Wimbledon, last but not least" »

July 09, 2007

Le Grand Depart, Tour de France

Tourstart If you're watching, just be careful when you choose to get that cup of tea: you could miss the ride of the day. Begitu yang ditulis di buku guide Tour de France yang diterbitkan oleh Guardian.

Karena itu meskipun start Etape 1 Tour de France di mulai di Greenwich, sekitar 15 menit bermobil dari rumah, saya memilih untuk menonton parade para pembalap, sebelum race.

Di sini mereka bersepeda dengan kecepatan biasa, tidak 70 km/jam seperti ketika mereka mulai balapan.

Parade pembalap dimulai pk 10.15 di the Mall, depan Istana Buckingham dan berakhir di Greenwich, untuk kemudian  mengawali race pada pukul 11.00  dan berakhir di Canterbury, Kent. Saya menonton di Trafalgar Square, yang terletak di ujung the Mall.
Img_1720_4

Continue reading "Le Grand Depart, Tour de France" »

February 20, 2007

Chinese new year

100_6588

Trafalgar square, Sunday, February 19, 2007

100_6580

100_6585

The girls and the dragon

Continue reading "Chinese new year" »

January 15, 2007

Notting Hill

Nothing_hill DINGIN menggeletarkan pagi. Tapi sepotong ruas jalan di London itu telah bangkit sejak dini. Ratusan tenda dikembangkan, toko-toko dipupur cantik, barang dagangan diseka bersih. Ya, Sabtu adalah 'hari pasar' bagi Portobello Market yang merentang dari Portobello Road sampai Notting Hill Gate.

Nama Notting Hill kian membumbung sejak film dengan judul yang sama diluncurkan pada 1999. Komedi romantis yang dibintangi Hugh Grant dan Julia Roberts makin mengukuhkan kawasan ini sebagai sudut kota yang wajib dikunjungi di London.

Saya menginjak kawasan ini sambil mengingat kata-kata William Thacker, tokoh yang diperankan Hugh Grant, dalam adegan pembuka Notting Hill: "So this is where I spend my days and years --in this small village in the middle of a city-- in a house with a blue door."

Continue reading "Notting Hill" »

November 17, 2006

London street lights

Seperti biasa jelang Desember, London dan toko-tokonya berhias dengan lampu. Bertepatan juga dengan matahari yang tidak lagi bertugas panjang --terbenam tidak lama setelah pk 15.00.

Debenham

Continue reading "London street lights" »

November 16, 2006

Shaken and stirred

Danielcraigs_bond "Shaken, not stirred", adalah jawaban James Bond setiap kali ditanya bagaimana minuman favouritnya(dry martini) disajikan.

But not this new Bond. Ketika ditanya apakah martininya shaken or stirred, Daniel Craig's James Bond menjawab, "Do I look like I give a damn?'

Casino_royale2_1 Karena memang James Bond baru ini berbeda dengan pendahulunya. "Grittier, Colder and darker," kata BBC. Saya tidak akan berpanjang-panjang, yang jelas James Bond ini tidak sama dengan film-film Bond sebelumnya.

Dengan review hampir semua media Inggris memuji Casino Royale. Dan siapa yang paling tahu tentang her majesty's most famous secret service jika bukan media Inggris?

Casino_royale1_1 Tidak heran craigisnotbond.com yang mengajak boikot Craig dan Casino Royale sekarang sudah menghilang. Kontroversi panjang sejak Daniel Craig terpilih menggantikan Pierce Brosnan telah berakhir, karena ia membuktikan craigisbond.net.

Continue reading "Shaken and stirred" »

November 09, 2006

Kibar Gathering

Gathering1 Tanggal 4-5 November lalu, KIBAR (keluarga Islam Indonesia di Britania Raya dan sekitarnya) mengadakan gathering di London, tepatnya di komplek Masjid Sultan Selim di kawasan Seven Sisters.

Seperti biasa saya kebagian di belakang alias masak-masak atau konsumsi. (sok) Sibuk, saya tidak bisa mengikuti sebagian besar acara. Kecuali sesi  oleh pembicara utama Yvonne Ridley dkk (it was supperb) serta sesi ceramah teleconference dengan Ustad Syamsi Ali dari New York.

Continue reading "Kibar Gathering" »

November 07, 2006

Bali Memorial

Bunga_2 Tanggal 12 Oktober lalu, tepat 4 tahun setelah tragedi bom Bali, saya diundang acara peresmian monumen untuk para korban bom Bali di London.

Di acara ini saya kembali mendapati perbedaan besar antara bagaimana mereka di sini (the non believer) memandang hidup -mati dan saya (yang selalu memadangnya melalui ajaran Islam). Saya tidak akan menuliskannya lebih panjang tentang ini. Maybe next time.

Continue reading "Bali Memorial " »

August 21, 2006

Goyang London

Kbridangdut "Rindu...rindu hatiku.. tiada tertahan", lagu berirama dangdut itu terdengar jelas dari rumah besar di pojok Bishop Grove. Sementara para hadirin asyik berjoged di depan panggung mengikuti irama dangdut.

Sesuatu yang tidak biasa didengar di salah satu kawasan elit di London, dengan deretan rumah-rumah megah di sepanjang jalan. Tepat di mulut jalan Bishop Grove, misalnya berdiri rumah besar bernama Summer palace (istana musim panas), milik pengusaha baja Lakshmi Mittal, orang terkaya kedua di Inggris setelah pemilik klub sepakbola Chelsea, Roman Abramovic.

Suasana yang tidak biasa itu terjadi di kebun belakang Wisma Nusantara, rumah dinas Duta Besar RI di kawasan East Finchley Kamis siang lalu. Acara meriah dan bernuansa Indonesia itu adalah hajatan Kedutaan Besar RI di (KBRI) London dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-61.

"Semoga lagu Rindu ini mengobati kerinduan hati hadirin semua pada Tanah Air tercinta," begitu Linda Effendi menutup lagu "Rindu" yang dinyanyikannya. Penyanyi yang didatangkan dari Jakarta itu berhasil menambah meriah acara yang sempat dua kali diguyur hujan deras.

Continue reading "Goyang London" »

August 07, 2006

Fruitstock

Fruitstockmap Sabtu kemarin saya, suami dan anak-anak ke Fruitstock. Semacam festival namun karena sponsor utamanya adalah juice/smoothies Innocent, maka itu ada kata 'fruit'.

Acaranya Sabtu-Minggu dari jam 12 hingga 21.00 di Regent Park. It was great fun untuk semua umur, dari bayi hingga dewasa. Gratis dan banyak pula tersedia freebies dari berbagai stand yang tersedia.Fruitstock06

Kami akan datang lagi tahun depan. Recommended.

Foto-foto bisa dilihat di sini dan di sini.

January 29, 2006

the Long distance team

1yrtsunamisign Chatting?  Bisa dikatakan, saya tidak pernah lagi melakukannya atau istilah orang Inggris: been there, done that.

Yahoo messenger  hanya saya gunakan untuk dua hal: taujih online dan rapat online.

Let me tell  a story bahwa kita bisa menggunakan yahoo messenger tidak hanya untuk chatting.

Sejak dua bulan lalu, ketika panitia IHSAN One year Tsunami Remembrance terbentuk,  setiap jumat malam biasanya pk 21.00 hingga 24.00 GMT para kordinator bidang akan siap di depan komputer.

Dengan kesibukan masing-masing, dan jarak tempat tinggal panitia yang tersebar di beberapa kota di Inggris, rapat online melalui yahoo messenger adalah sensible choice.

Jumat, ketika esoknya weekend. Dan menjelang tengah malam, ketika (biasanya) semua sudah ada di rumah dan selesai pula tugas-tugas rumah, termasuk menidurkan anak-anak.

Secara bergantian, satu korbid akan berbicara dengan speaker, dan yang lain akan berkomentar atau memberi usulan dengan menuliskan message. Efektif, efisien dan tertib.

1yrtsunamiprogram_1 Jumat jelang tengah malam, dari Newcastle, Birmingham, Manchester, London dll duduk bersama tanpa perlu bertatap muka.

Di malam yang lain, para korbid ini akan mempimpin rapat online, dengan anak buah masing-masing.

Saya dan beberapa teman lain masuk dalam tim konsumsi, dibawak kordinator Mbak T, yang meskipun secara geografis rumahnya tepat di seberang sungai rumah saya. Namun jarak tempuh door to door bisa mencapai 1,5 jam bermobil.

Hingga undangan rapat yang biasanya melalui pesan SMS, "Rapat nanti malam, jam sekian, be there" tidak mengharuskan salah satu dari kami menyeberang sungai.

Continue reading "the Long distance team" »

December 27, 2005

One Year Tsunami

Ihsan_2 INDONESIAN HUMANITARIAN & SOCIAL AID NETWORK
Reg. charity No.1110909


Can you carry the memory* while carrying all those shopping bags? If you can’t,  join our fundraising event at One Year Aceh Tsunami Remembrance

*Aceh, Boxing Day 2004. the most devastated province hit by Tsunami last year.


21 January 2006

18.30-21.30
London Muslim Centre,
42-92 Whitechapel Road-London E1 1JQ


From £20

You can experience:


Nasheed by Aa’shiq-al-Rasul, traditional  Indonesian shows, children performance, dinner, & chance to win Aceh’s home-made handicrafts on our charity auctions


Ticket Boxes:

Mila
01212409729/ 07919472729

Diana
02084265514

Asep
02085901269/ 07811552085

Nurani
07779131102


If you couldn’t make it, but still want to pasticipate, send your donation to IHSAN

ACC. No.50996165

Sort Code:20-71-74


Or, you can send cheque to IHSAN at:

9 Glasgow Road,

London E13 9HW

For more information email us at enquiries@ihsan-uk.org or simply write on this blog comment box

Continue reading "One Year Tsunami" »

December 09, 2005

Goodbye to the Routemaster

Routemasterfinaljourney Londoners will no longer be able to hop on and off the famous Routemaster bus, a familiar sight since the 1950s, as it retires from regular service.

Today the 159 bus heads into the West End on one of its final journeys.

Thelastroutemaster
Ken Livingstone, the London Mayor declared  four years ago that "only some ghastly, dehumanised moron would want to get rid of the Routemaster" - only to change his mind after winning re-election.

Thelastroutemaster2 The Routemaster has been phased out on regular services because Mr Livingstone and his transport chiefs say that an estimated 10 per cent of Londoners cannot use it because of disabilities - even though opinion polls show that a large majority of Londoners are against the move.

About 20 Routemasters will be kept in service as tourist or "heritage" buses on parts of routes 9 and 15.


Catatan: Routemaster adalah sebutan untuk Bus tua London, yang telah beroperasi di central London sejak tahun 1950-an.

Ciri bus Routemaster adalah penumpang bisa naik-turun (hop on and off) di mana saja, tidak hanya di halte bus seperti bus yang lain.

Karena tua ini pula lah, maka Routemaster dianggap tidak layak lagi untuk beroperasi, terutama dengan alasan tidak disable friendly (tidak bisa dinaiki penumpang dengan kursi roda).

November 06, 2005

A muslim in the family (II)

Note: Ditulis untuk Jawa Pos, beberapa waktu lalu dalam seri London after 7/7

Sejak 9/11 di New York, kemudian 7/7 di London, pandangan banyak penduduk negara-negara Barat menjadi sempit: Islam=teroris=Al Qaeda.

Hingga bisa dipahami reaksi beberapa keluarga Inggris, ketika salah satu anggota keluarga mereka memutuskan untuk memeluk Islam.

Johnstanding"If you spend all your time at the mosque, you're going to be brainwashed. I'm not having a suicide bomber in my family.

Begitu reaksi yang diterima John Standing ketika ia menjelaskan pada keluarganya keputusannya untuk memeluk Islam.

Awalnya John selalu membujuk teman dekatnya keluar dari Islam. Namun melihat temannya kukuh dengan keyakinannya maka, ia pun tertarik untuk membaca Qur’an. Dalam waktu beberapa bulan, ia convert memeluk Islam.

Ayahnya, Tony, mengaku bahwa sejak masuk Islam, John terlihat lebih kalem, lebih baik, namun ia tidak bisa menghilangkan kekhawatiran bahwa anaknya telah mengalami proses cuci-otak.

Ia pun mengancam, jika John terlibat dengan tindak kekerasan, ia akan dibuang dari keluarganya. Meskipun John yakin anaknya tidak akan terlibat dengan para ‘teroris’.

Namun, yang paling tidak dimengerti Tony adalah kenapa John, merasa perlu untuk mengubah namanya menjadi Jamal Udeen."Why do you have to change your name for an Arabic one? What's wrong with the one we gave you?”,  tanya Tony.

Yvonneridley“No, Mum Islam’s not like that. I’am not joining Al Qaeda...”

Begitu upaya Yvonne untuk menjelaskan kepada Ibunya, bahwa memeluk Islam tidak berarti bergabung dengan Al Qaeda.

Yvonne Rydley adalah seorang wartawan yang ditangkap oleh pejuang Taliban ketika ia meliput di Afganistan, tidak lama sesudah peristiwa 9/11.

Ditangkap dengan tuduhan mata-mata, ia pun yakin bahwa dirinya akan dihukum mati. Namun, sebaliknya ia deperlakukan dengan sangat baik oleh selama dalam tahanan.

Ia berjanji kepada orang-orang yang menahannya bahwa setelah dibebaskan maka ia akan mempelajari Qur’an.

Dalam Qur’an ia mencari-cari penjelasan tentang penindasan Islam terhadap wanita, seperti yang ia dengar. Namun ia tidak menemukan satu pun, bahkan ia menjadi kagum akan ajaran Qur’an tentang perlakuan Islam terhadap wanita.

Ia pun memeluk Islam, dan kini aktif dalam organisasi-organisasi Islam di Inggris. Namun, ia tetap tidak bisa meyakinkan ibunya, bahwa pindah memeluk Islam adalah ide yang bagus.

Shanaazmalik"What's with the funny clothes?”

Adalah komentar yang biasa diterima Shahnaaz ketika ia memakai cadar, setelah setahun memeluk Islam.

Shahnaaz Malik berasalah dari keluarga kulit putih dan perpindah memeluk Islam ketika ia menikah dengan seorang pemuda keturunan Asia.

Awal ia masuk Islam, Shahnaaz langsung memakai jilbab. Keputusannya yang juga menimbulkan banyak reaksi.

"Why do you suddenly have to wear a headscarf, when half the Asian Muslims I see don't wear one?,” begitu keluarga dan teman-temannya bertanya.

Setahun kemudian, ia mengubah jilbabnya dengan cadar. Ia merasa dirinya terbebas dari “kontes kecantikan” sehari-hari yang mendominasi budaya barat.

Shahadah“When I told my family, my sister stopped talking to me. My father was horrified but didn't want to discuss it. My mother thought it was a phase I was going through and was more worried about what the neighbours would think. She now lets me pray in the house, but refuses to call me Muhammad.

John Ord adalah pembenci orang asing, terutama muslim. Dan sejak muda ia menjadi anggota British National Party (BNP, partai garis keras Inggris yang membenci orang asing).

Sehingga suatu hari ia menemukan sebuah buku bekas, yang dijual dalam pameran di Royal Festival Hall. “Buku itu bergambar sebuah gedung yang sangat indah dengan warna yang sangat bagus,” katanya.

Karena harganya hanya 20 pence, maka ia pun membelinya.

Namun begitu sampai dirumah alangkah kagetnya ia, karena buku yang ia beli ternyata adalah Al Qur’an.

Ia yang semula berniat akan membuang, menjadi membacanya karena penasaran. Dan berpikir akan menemukan banyak ‘senjata’ yang bisa ia gunakan untuk menentang Islam.

Hingga suatu hari dalam perdebatan dengan sebuah kelompok Islam ia ditantang, “Mereka ingin saya untuk menemukan ‘kesalahan’ dalam Al Qur’an dan meyakinkan mereka bahwa cara hidup saya lebih baik dari mereka,” katanya.

“Jika saya sukses, maka mereka akan memeluk Kristen, sebaliknya jika saya gagal maka saya harus memeluk Islam”, lanjutnya.

Namun setelah berbulan-bulan terus berdebat dengan mereka, John Ord sadar bahwa ia kalah dan kemudian dengan kemauannya sendiri ia masuk Islam.

Ia mengubah namanya menjadi Muhammad Islam dan menikah dengan wanita Islam asal Pakistan. Bahkan juga berganti penampilan dengan selalu memakai jubah panjang dan memanjangkan jenggotnya.

Namun setelah peristiwa London bom 7/7, karena alasan keamanan, ia mengganti jubahnya dengan pakaian Inggris biasa. “ Dalam baju itu, saya menjadi laki-laki kulit putih separuh baya, dengan jenggot panjang,” katanya.

(A Muslim in The Family adalah judul program di BBC 2, Mei lalu yang bercerita tentang para converts. Artikel ini diambil dari program tsb serta beberapa sumber lain)

Life after 7/7 (I)

Note: Ditulis untuk Jawa Pos, beberapa waktu lalu. Peristiwa-peristiwa dalam artikel ini terjadi shortly after 7/7. Kini kondisi London, dan UK pada umumnya bisa dikatakan kembali normal.


Notice_on_a_station_3Please do not run on the platform, especially if you’re carrying a rucksack, wearing a big coat, or look bit foreign. This notice is for your own safety.

Pengumuman itu sempat ada di stasiun kereta api bawah tanah (underground) London. Bukti kondisi London yang berubah pasca pemboman 7 Juli lalu, atau yang di Inggris disebut 7/7.

Banyak orang Inggris, juga polisi menjadi paranoid  akan ancaman teroris, sehingga Jean Charles de Menezes, warga London asal Brazil pada 26 Juli ditembak mati oleh polisi di Stasiun Stockwell.

Alasannya, seperti yang di sebutkan di atas, ia yang saat itu memakai jaket tebal (saat London sedang musim panas), berlari di dekat stasiun dan wajahnya ‘orang asing’. Maka pemuda tak bersalah itu diduga teroris yang akan melancarkan aksinya.

Berwajah asing yang dimaksud di sini adalah, bermata coklat dan berkulit coklat, identitas umum mayoritas muslim di Inggris.

“Saya takut dengan apa yang akan terjadi dengan kita, muslim di Inggris. Kalau saja kita bisa menemukan lubang yang cukup besar untuk bersembunyi,” kata Ajmal Masroor, seorang muslim yang tinggal di London.

MenezesbodyUsai 7/7 muslim Inggris menjadi “usual suspect”, terutama yang bermata coklat, pria yang berjenggot dan wanita yang memakai jilbab.

Di halaman Masjid Finsbury Park di London Utara, seorang pemuda muslim berkata,” Semuanya menyalahkan muslim. Tapi tidak bisa mereka hanya menunjukan jari, menyalahkan, mereka harus mencoba juga untuk mengerti, “katanya.

Sayangnya, understanding bahwa peristiwa 7/7 bukan tanggung jawab warga muslim susah dimengerti oleh banyak orang Inggris.

"What is it about Islam that makes people suicidal? Plenty of people are really angry about Iraq, but they don't give up their life at 19. What makes a boy commit suicide?

Adalah pertanyaan umum di Inggris, bahwa ada yang salah dengan Islam, sehingga seorang anak berusia 19 tahun (salah satu tersangka pelaku pemboman 7/7) memilih untuk bunuh diri dan membunuh beberapa orang lain.

Karena itu banyak orang Inggris yang tadinya tidak rasis sejak 7/7 berubah menjadi rasis, terutama kepada orang muslim.

Seorang wanita muslim asal Indonesia, yang selama belasan tahun tinggal di kawasan Wimbledon, London Barat tidak pernah punya masalah dengan jilbabnya. Namun, usai 7/7 ketika ia turun dari bus, bersama 3 anaknya ia diludahi.

Semaleman, saya berusaha menerangkan kepada anak saya, karena ia bingung, kenapa orang marah ke kami sampai meludahi sementara kami tidak melakukan apa-apa,” katanya.

IslamcommunityposterIbu asal Surabaya itu tidak sendirian, karena menurut Metropolitan Police (kepolisian London) kejadian yang menimpa para muslim (faith hate crime) itu meningkat hingga 600 persen atau enam kali lipat dari sebelum 7/7.

Kejadian itu mulai dari seorang wanita muslim ditolak naik bus oleh supirnya hanya karena ia memakai jilbab, hingga pelemparan batu ke rumah dan toko milik orang Islam, juga perusakan masjid.

Masjid Mazhirul Uloom, misalnya, dilempari batu hingga 19 kaca jendela Masjid di Mile End London Timur itu pecah.

Masih di kawasan London Timur, seorang Jemaah masjid Al-Huda bercerita bahwa ketika berjalan menuju masjid, sebuah mobil dengan sengaja seakan akan menabraknya.

Ketika jemaah masjid itu bertanya kenapa ia ingin menabraknya, pengendara mobil itu berkata dengan enteng,” Because I just don’t like you,” katanya.

Belum lagi, beberapa kasus penangkapan yang dilakukan polisi yang sering kali hanya berdasarkan pada kecurigaan karena seseorang itu berjenggot, bermata coklat dan memakai jubah.

Taniem Mueen misalnya, pelajar berusia 21 tahun itu ditahan polisi selama 10 jam, ditelanjangi, dan dilarang menghubungi pengacara.

TaniemmueenAlasannya, looked Arabic, was walking strangely and wasn't carrying identification,”katanya.

Dan penangkapan-penangkapan itu tampaknya akan terus berlanjut, bahkan kini PM Tony Blair tengah mengupayakan undang-undang Anti Teror baru di Inggris yang kontroversial: membolehkan penahanan hingga 3 bulan tanpa dakwaan resmi kepada siapa saja yang dicurigai teroris.

Seorang muslim berkata kepada the Guardian: “If even the mother of one of these suicide bombers did not know what her son was doing, how can the rest of the community be expected to know?"

Namun, dengar apa yang dikatakan Peter, warga non muslim kepada Radio Five London: When terrorists from their own community start blowing themselves up in London. Being urged to have "empathy with the muslim community" is frankly adding insult to injury!

Tentu saja, banyak yang sependapat dengan yang dikatakan Peter.

Karena itu, seperti pengumuman di stasiun Nothing Hill Gate di atas: Please jangan berlari di stasiun Kereta jika Anda berbaju longgar/berjubah, menggendong ransel dan berwajah orang asing.

(bahan dari berbagai sumber. Foto:  bbc dan  salaam.co.uk)

May 28, 2005

Ke Greenwich, ke awal waktu

Greenwichpark1a_1Orang Inggris menyebut tempat ini: the home of time. Greenwich memang tempat waktu bermula.

Lokasinya di pebukitan, 15 menit driving dari rumah kami.

Greenwich -- plesetan dari Green Reach, karena sebagian besar kawasannya adalah padang rumput -- kini jadi salah satu bagian terpenting di kota ini.

 Ari teman lama saya, yang tengah bersekolah di Norwich, berkunjung ke London bersama temannya Jonathan. Dan disela padatnya acara, kami sempat mengajak mereka mampir ke Greenwich.

Suasana Greenwich Mean Time (GMT) sudah terasa begitu memasuki kawasan ini.

Di sebuah kelokan jalan di Romney Road, sebuah toko cindera mata memajang nama toko di singkap depannya: Nauticalia, Longitude 00 00' 24", The First Shop in The World.

Tampak bercanda, tapi sang pemilik bisa jadi orang pertama yang membuka pintu toko setiap pagi di awal hari, diukur dari waktu di garis meridian bumi.

Toko ini menjual aneka replika jam, teropong, bola bumi, pedoman, juga gantungan kunci dengan cita rasa seni yang amat tinggi.

Garis meridian, garis khayal yang yang menghubungkan kutub utara dan selatan itu memang tepat melintas tak jauh dari toko ini, tak sampai satu kilometer.

Melewati padang rumput Greenwich Park yang luas, jalan kecil di depan Toko Nauticalia menuju puncak sebuah bukit.

Di sana, sebuah bangunan kuno menyerupai kapel berkubah empat, adalah bangunan yang dituju ribuan pengunjung sepanjang tahun: Royal Observatory Greenwich.

Greenwichpark2_2 Berdiri masih seperti aslinya, gedung ini dibangun dengan biaya 500 pounds atas perintah Raja Charles II pada 10 Agustus 1675 sebagai rumah sekaligus observatorium bagi Astronom Kerajaan Inggris yang pertama, John Flumsteed (1646-1719).

Karena itu pula, sampai kini, bangunan ini lebih dikenal sebagai Flumsteed House.

Continue reading "Ke Greenwich, ke awal waktu" »

May 20, 2005

The other side of football

Canon untuk bekerja sama dengan the Red Cross menyelenggarakan pameran foto di London Eye, London.Rvnpic

(Taken by Ruud van Nistlerooy)

Pameran  yang berjudul The Other Side of Football ini menampilkan  foto  hasil jepretan more than 100 the biggest name in football.Ashleycolepic

(Arsenal Dressing Room, taken by Ashley Cole)

Seperti Thierry Henry, Sol Campbell, Wayne Rooney, Andriy Shevchenko and Francesco Totti.Robertpirespic
(Player Pigeon-Hole, taken by Robert Pires)


** The Other Side of Football
exhibition opens on Wednesday, May 25, at the London Eye (South Bank of the River Thames, opposite Big Ben) and runs until the end of July.

(sumber : thisislondon.co.uk)

April 02, 2005

Don’t drive, take a train or a bus instead..

CccarAdvice bagi siapa yang ingin driving in London on weekdays: DON'T !

Instead, naik bus ke stasiun terdekat dan diteruskan dengan  kereta ke kantor. That’s cost my husband £120 a month (£1=Rp 17-20.000)

Mahal? Sangat –-mind you, nothing in London, one of the most expensive city in Europe, is cheap.

Tetapi, £120 pounds per bulan adalah opsi termurah suami untuk pergi ke kantor. Karena itu, sangat bisa dimengerti, only 1 in 13 people in London drive to work.

Walikota London, Ken Livingston seperti warganya,  juga menggunakan public transport  ke kantornya.

Akhir tahun ini figur 1:13 itu mungkin akan berubah karena this summer, congestion charge akan naik dari £5 menjadi £8.

Congestion charge is one of the reasons mengapa suami menganggap £120 per bulan adalah murah.

Continue reading "Don’t drive, take a train or a bus instead.." »

March 29, 2005

Princes hit the town

Princesnightout_1While Prince Charles was in Scotland, his sons Prince William and Prince Harry were partying-- spent the night drinking and dancing-- with 11 friends at at the Sugar Hut in Fulham, West London.

Also at the night out was Prince William's girlfriend Kate Middelton.

Prince William, as usual, made sure he and Kate left the club at different times -- the two are rarely photographed together.

It seems that Britain's most eligible bachelor has been taken.

Jealous, anyone?

(taken from evening standard)

February 22, 2005

Snowy Britain

Much of Britain woke to a blanket of snow today as blizzards swept across the country at the beginning of a prolonged cold snap.

Snowylondon(picture taken from www.thisislondon.co.uk)

February 19, 2005

The day the inspectors came to town

OlympicbidlondoneyeJam menunjukkan pukul 14.30 ketika suami dan Kirana, yang Kamis itu jalan-jalan di central London, tiba di Stasiun North Greenwich.

Ia mengaku sedikit kaget ketika stasiun berwarna perak itu tampak 'lain' dari biasanya, semua terasa fresh. Kamar kecil sangat bersih dan bau pembersih lantai masih segar di hidung dan kaca-kaca mengkilat . All is shiny and sparkling.

Tiba-tiba dari tannoy terdengar, ''To IOC members, welcome to North Greenwich Station.''

Apa yang terjadi di North Greenwich, terjadi di semua titik yang menjadi objek penilaian tim IOC, yang berada di London khusus untuk menilai kesiapan kota ini menjadi salah satu kandidat  penyelenggaraan olimpiade musim panas 2012.

Perubahan pemandangan stasiun, jalan, atau titik-titik lain ini tercermin dari tulisan para wartawan yang meliput kunjungan tim IOC ke London. Ini salah satunya :

London's Olympic visitors were treated to a view of London for four days that would have been unfamiliar to many of its residents.

On a tour of venues for the 2012 games, both real and imagined, the 13-member International Olympic Committee (IOC) evaluation commission saw a city in which every patch of waste ground was in the grip of redevelopment and every street corner had a child playing on it.

BBC News melaporkan para anggota IOC jelas capek mengikuti jadwal penilaian di London selama empat hari yang sangat padat itu. Namun wartawan BBC mengatakan ada kesan, para anggota IOC puas dengan persiapan London.  Yang lain menulis :

The IOC members should have returned to their five-star accommodation last night a little damp but with an impression of a metropolis undergoing an inspiring regeneration - and peopled entirely by healthy teenagers, hard-working builders, helpful officials and smiling cabinet ministers.

Sebagai bagian dari upaya menggalang dukunan masyarakat atas pencalonan London, di berbagai tempat di London dipasang psoter dan stiker yang berbunyi : Make Britain Proud; Back the Bid, ditambah dengan nomor SMS, bagi warga yang ingin menunjukkan dukungan.

Soal dukungan ini pernah menjadi perdebatan hangat. Pertanyaan intinya adalah apakah warga  London dan Inggris mendukung pelaksanaan olimpiade?  Pertanyaan kedua apakah memang olimpiade akan memberi manfaat kepada London dan Inggris.   

Perdebatan ini agaknya telah berakhir. Paling tidak topik ini tidak lagi menempati kolom-kolom di berbagai surat kabar.

Kembali ke soal poster, seorang wartawan menulis,
...some still being pasted on as the IOC's inspection team approached Stratford Station.

Masih di stasiun yang terletak di London timur itu (kami dulu tinggal tak jauh dari Strtford, hanya 10 menit naik bus), ... a woman with a mop had been cleaning the concourse for at least an hour; the Royal Philharmonic Orchestra was practicing a specially written fanfare (completed at midnight on Tuesday); the station staffs were swelling with pride, and not just because the 10.58 train to Neasden was running on time.

OlypicbidtheinspectorsinlandroversAfter viewing the Olympic Park, the commission split into three groups, one riding on the Jubilee line, the others heading into the Channel tunnel rail link in brand new Land Rovers Discoveries.

They emerged 15 minutes later at King's Cross.

(Kamis lalu, suami dan Kirana kebetulan juga  mampir ke King's Cross.  Di  situ, helikopter meraung-raung di udara. Belakangan diketahui dari helikopter itulah anggota IOC menginspeksi King's Cross)

When the track is finished, the journey from King's Cross to Stratford on 'the Olympic Javelin' service will take a breathtaking seven minutes. The people behind the link call it "the fastest track event in the world".

The intention was to demonstrate beyond doubt that transport will not be an issue come 2012.

The Channel tunnel rail link to King's Cross-- which start on the eastern edge of the Olympic park-- will be responsible for transporting 240,000 people an hour during a London Olympics.

Right now it's just a big hole in the ground. The track is not laid, the trains are not built and there is so much dust the light turns hazy. But a tunnel could be the one thing that makes or breaks London's Olympic bid.

The journey in Land Rovers that could leave the group from the IOC indelibly impressed - or wondering whether they should just give the Games to  Paris.

OlympicbidtunnelThe commission's day began in Stratford where, perched in an eyrie on the 22nd floor of an old people's home, they viewed the site of London's proposed Olympic Park, currently a neglected brownfield site criss-crossed by waterways, power lines and railway tracks.

Tethered blimps indicated where the various facilities will rise up, and other venues, including the Millennium Dome (yang terletak tepat di sebelah Stasiun North Greenwich) and the Excel centre at Royal Victoria Docks, were visible through the grey haze.

Unlike Paris and Madrid, London is building its main stadium from scratch, but staring down at the 500-acre site stretching north towards the Lea Valley it looked like work had already started.

Back in the east, commission members were examining an older problem. The dome has been redundant since December 31, 2000, but after years of debate and millions of pounds in mothballing fees, it appears to have a purpose again.

The American firm Anschultz Entertainment Group, owner of the Staples Centre in Los Angeles, has signed a 99-year lease and is committed to spending $300m (£167m) on turning Richard Rogers' tent into the largest indoor arena in Europe.

It is expected to open in 2007, and in 2012 would house gymnastics and basketball.

The bid team has agreed contracts for 30,000 hotel rooms for use by the "Olympic family" at fixed rates to prevent profiteering. As yet there are no such guarantees for the general public, but bid officials are optimistic that there will be 120,000 other rooms available .

Next stop was the proposed equestrian centre next to the Royal Observatory in Greenwich. A taxi driver said he had never seen the Blackwall Tunnel clearer or so many police motorcycles on the road. He hoped the IOC would visit every week.

Olympicbidtonyblair(Blackwall Tunnel menjadi salah satu penyebab masalah lalu lintas di London. Terowongan ini menghubungkan London utara dan selatan, menembus bawah Sungai Thames. Bila ditutup sebagian, menyebabkan bottle neck yang akhirnya membuat antrian panjang di mulut terowongan)

The delegates then returned to their coach and headed for Horse Guards Parade, where Cherie Blair was demonstrating the beach volleyball.

As the delegates stepped off the coach, she wrapped their hands in her own as if she was their oldest friend. "I live just over there," she said, pointing to the back of 10 Downing Street.

They were visibly impressed. The beach volleyball will be played in the prime minister's garden. Match that, Jacques Chirac!

They also visited Wimbledon Lawn Tennis Club and the Lord, two world class sport venues which are ready for the Games.

OlympiciocmeetthequeenAnd the day ended with the bang, royal dinner at the Buckingham palace hosted by the Queen.

The Queen's reported comments praising Paris 's chances of winning the bid should be dispelled when the commissioners are piped into Buckingham Palace, which will fly the full-size Royal Standard usually reserved for state visits.

Olympicbidroyaldinner_1Those details (on hospitality)  may be small things but, this week has demonstrated that London can at least run a bid. Whether the full IOC membership trusts them to run a games is another matter.

Paris, watch your back...

PS. Lima kota, Paris, London, Madrid, New York dan Moscow adalah kandidat terakhir penyelenggara Olympiade 2012. So far, the favourite is Paris dan London is close at second. There is long history of rivalry between Paris dan London (or France and Britain), and as far as London and Paris are concern (and their residents), the battle is between the two cities.

(taken from Evening Standard, The Times and The Guardian)

January 27, 2005

The Thames Barrier

Thamesbarrier1_1"There was last night the greatest tide that was ever remembered in England to have been in this River all Whitehall having been drowned". Begitu Samuel Pepys menulis dalam diarinya yang bertanggal 7 Desember 1663.

Jauh sebelum masa Pepys, yaitu tahun 1236 juga ada catatan tentang banjir di Sungai Thames yang dilaporkan as overflowing "and in the great Palace of Westminster men did row with wherries in the midst of the hall ".(John Stow, The Chronicles of England).

Sebab utama kemungkinan banjir di London adalah surge tides (naiknya air pasang). Berasal dari North Atlantik dan berlanjut ke Utara British Isles. Occasionally, northerly winds akan mengarahkan ke North Sea, yang kemudian mengirimkan berton-ton ekstra air ke Sungai Thames.

Berbeda dengan sungai-sungai di Indonesia tidak ada ancaman banjir Sungai Thames karena ‘faktor manusia’. Misalnya sampah. Sepanjang pengetahuan saya, tidak pernah ada orang membuang sampah ‘dengan sengaja’ ke Sungai Thames. Dan kalau pun ada sampah ‘iseng’-- yang tidak seberapa itu-- secara berkala dibersihkan oleh kapal pembersih.

Kali terakhir central London kebanjiran adalah di tahun 1928 ketika 14 orang dilaporkan meninggal. Sementara tahun 1953 banjir melanda East Coast dan the Thames Estuary dengan merenggut nyawa 300 orang.

Tahun itu juga pemerintah Inggris menunjuk komite untuk mengatasai masalah banjir Sungai Thames tersebut. Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah memasang Barrier .

Tb4atasBertahun-tahun rencana memasang barrier across Thames itu digodok dan baru dimulai pembangunannya di tahun 1974. Didesign oleh Rendel, Palmer dan Tritton, the Thames Barrier yang sering disebut sebagai keajaiban dunia kedelapan –-because its very impressive work of engineering – diresmikan oleh Ratu Elizabeth II pada 8 mei 1984.

The Thames barrier dengan panjang 523 meter, dibangun dengan dana tidak kurang dari 600 juta poundsterling (sumber lain menyebut 1 milyar pound) dengan melibatkan tidak kurang dari 4000 tenaga kerja. The world biggest movable flood barrier itu di design untuk mencegah banjir di London hingga tahun 2030.

How the barrier works:

Basically the barrier is a series of ten separate movable gates positioned end-to-end across the river. Each gate is pivoted and supported between concrete piers that house the operating equipment.

Closing the barrier seals off part of the upper Thames from the sea. When not in use the six rising gates rest out of sight in curved recessed concrete cills in the riverbed, allowing free passage of river traffic though the openings between the piers.

If a dangerously high tidal surge threatens, the rising sector gates are moved up though about 90 degrees from their riverbed position and the four radial gates are bought down into the closed defence position. The gates thus form a continuos steel wall facing down river ready to stem the tide.

Further rotation of the gates to the horizontal maintenance position renders them accessible for routine maintenance.

The width of the Barrier from bank to bank is about 520m with the four main openings each having a clear span of 61m. The four main gates are massive. Each is constructed as a hollow steel-plated structure over 20m high and weighing, with counterweights, about 3700 tonnes. Each is capable of withstanding an overall load of more than 9000 tonnes. There are two further gates of similar concept, albeit smaller, with 31m navigation openings and the four falling radial gates have non-navigable openings adjacent to the riverbanks.

Lebih dari 80 staff bertugas memelihara dan mengoperasikan the barrier. Dengan kondisi bahaya bisa dideteksi 36 jam sebelumnya.

Thamesbarrier2Keputusan untuk menutup barrier dilakukan oleh the Barrier Controller, yang didasarkan pada ramalan ketinggian air pasang yang dilakukan oleh Strom Tide Forecasting Service (STFC)—bagian dari badan meteorologi Inggris, dan juga dari analisa komputer the Barrier itu sendiri.

STFC itu memonitor gelombang pasang sepanjang East Coast. Estimasi mereka didasarkan pada informasi dari satelit, oli rigs di North Sea dan juga stasion meteorologi di daratan.

Mereka juga menerima laporan ketinggian air pasang dari Stornoway in Wrestern Isles dan Wick di North of Scotland.

The Barrier biasanya ditutup antara satu dan tiga jam after low water. Sekitar tiga sampai empat jam sebelum puncak dari gelombang pasang itu sampai.

Sebelum ditutup, staff akan memberi tahu ke the Port of London Authority, organisasi yang mengontrol navigasi di sepanjang Sungai Thames.   

The Barrier yang terletak di Woolwich, South East London –10 menit dari rumah kami—seperti Landmark London lain adalah tempat wisata populer.

Biaya untuk pengoperasian dan pemeliharaan the Thames Barrier tidaklah murah. Diperkirakan sekitar 6 juta poundsterling per tahun, ditambah 5 juta pound untuk tembok dan embankments.

But, it's worth every penny.

(pictures&some of the articles taken from www.environment agency.gov.uk )