Music

July 03, 2007

Concert for Diana

Princedance

" Mbak, denger-denger ada konser untuk Diana? Sepertinya menarik untuk ditulis, suasana konser dan segala macamnya".

" Acaranya kemarin Pak, tapi saya tidak dapat tiket".

" Oh sudah kemarin ya? Tapi Mbak tidak dapat tiket?"

" Tiket dijual beberapa bulan lalu, dan langsung sold out dalam 20 menit".

" Oh gitu ya Mbak. Berapa harga tiketnya itu Mbak?"

" 45 poundsterling. Sekitar Rp 700 ribu Pak.

" Apalagi yang kira-kira menarik dalam waktu dekat ini".

" Peluncuran buku Harry Potter?"

" Oh itu menarik sekali Mbak, kami tunggu laporannya nanti".

Dianaconcertwillharry Dan saya sudah register untuk Spice Girls concert di London 15 Desember, just in case editor saya menelpon karena 'denger-denger ada konser Spice Girls' .

Continue reading "Concert for Diana" »

June 28, 2007

And after 10 years, 'girl power' is back

Today the Spice Girls formally announced they are back at a press conference at the O2 Arena, which is near my house.

They announced an 11-date, eight-country world tour. The tour will take in the USA, Britain, Germany, Spain, China, Australia, South Africa and Argentina.

To register for the ticket go to www.spicegirls.com

The tour will begin in Posh Spice Victoria Beckham’s new home Los Angeles on December 7, before visiting Las Vegas, New York City, London, Cologne, Madrid, Beijing, Hong Kong, Sydney, Cape Town and Buenos Aires.

They will appear in London on December 15. Extra dates may be added.

Continue reading "And after 10 years, 'girl power' is back" »

June 14, 2005

The unwanted chapter of Michael Jackson

Michaeljackson Juri memutuskan ia tidak bersalah, namun even his most ardent admirers tahu bahwa ia tidak akan bisa kembali kepada kehidupan normalnya.

"Normal" menurut standarnya, tentu saja.

Meskipun tuduhan child abuse dinyatakan tidak terbukti oleh pengadilan, cerita "miring" seputar penyayi berusia 46 tahun itu tidak akan hilang begitu saja.

Semua berawal ketika Michael Jackson karier berada pada commercial peak di tahun 1980-an.

Albumnya yang kedua, Thriller, menjadi hit di seluruh dunia, dan pada 1984 ia memperoleh 8 Grammy Awards.

Mr Jackson was in his mid-20s, and the world had the child star of just 15 years before fresh in its memory.

MichaeljacksonteamoncourtNamun, pada Thriller's cover, fans melihat ada sedikit perubahan pada hidung Michael Jackson. Dan kulitnya terlihat lebih terang.

Gradually, stories about the young man who had spent his entire life in the spotlight began to emerge.

Some were true, while others were flatly denied.

Satu cerita yang benar-benar terjadi adalah bahwa pada 1984 rambutnya terbakar ketika sedang shooting untuk iklan Pepsi. Ia menderita second-degree burns, namun pulih total.

Pada tahun yang sama, ia menghadiri the American Music Awards dengan Brooke Shields--saat itu berusia 19 tahun--dan aktor cilik berusia 13 tahun, Emmanuel Lewis, yang ia katakan sebagai "one of his inspirations".

The rumour mill began to turn.

Saat itu, rumor seputar Michael Jackson lebih dipusatkan pada gaya hidupnya yang tidak biasa.

Binatang peliharaannya, seekor chimpanzee bernama Bubbles diperkenalkan pada 1986.

Michaeljacksonandhispetbubbles_1Dalam satu bagian yang tidak tayangkan dari Martin Bashir interviews, namun ditampilkan pada juri di pengadilan lalu, Michael Jackson bercerita bahwa he shared his toilet with Bubbles, yang juga ikut membantunya membersihkan kamarnya.

Juga beredar cerita bahwa Michael Jackson tidur dalam oxygen chamber untuk membuatnya awet muda.

Ia membantah cerita itu, juga cerita tentang niatnya untuk membeli kerangka tulang John Merrick, the "Elephant Man" of the 19th Century.

Pers Inggris mulai menyebutnya sebagai "Wacko Jacko". 

Continue reading "The unwanted chapter of Michael Jackson" »

January 16, 2005

Indonesian Music for Tsunami

Bermula dari ide Liston bahwa masyarakat Indonesia di South East (SE) London perlu berbuat sesuatu untuk Aceh, tidak hanya secara individu-- yang telah dilakukan sejak musibah Gempa&Tsunami itu terjadi saat Boxing Day lalu-- tetapi as a community.

Ide itu dilanjutkan dengan saling telpon dan sekali rapat sekaligus juga gladi resik, akhirnya disepakati membuat acara Indonesian Music for Tsunami. Diselenggarakan kemarin, Sabtu 15 Januari di Greenwich Community and Art Centre pk 17-19.00 GMT.

Tsunamidang_1Indonesian musik yang dimaksud adalah dangdut, yes dangdut! dan gamelan Jawa. Kedua musik itu dipilih dengan pertimbangan yang sangat sederhana . Karena dangdut adalah musik yang biasa kami nyanyikan setiap acara kumpul-kumpul.

Tidak perlu latihan serius dan personelnya pun dari kami-kami yang just- call -my -name –and- I’ll be -there. Meskipun bukan kelompok dangdut resmi, tetapi karena beberapa personelnya adalah pemusik profesional--meskipun bukan berlatar belakang dangdut-- hasilnya cukup dasyat.

Aris dan Wahyu misalnya, adalah dua gitaris top. Aris adalah guru musik di London-- salah satunya gitar-- yang tengah menyelesaikan Phd-nya juga di bidang musik. Sedangkan Wahyu, sekalipun profesinya adalah chef di sebuah hotel di London, kemampuan bermain gitarnya, kami sebut, "sekelas Eric Clapton".

Pendukung lain, meskipun bukan profesional tapi kecintaanya dengan dangdut luar biasa. Joko, seorang ahli komputer asal Yogyakarta, punya kemampuan terpendam menabuh gendang (apa kendang?). Karena itu ia punya gedang dangdut yang ia bawa ketika mudik ke Indonesia dua tahun lalu.

Penyanyinya juga oke, alias suaranya dangdut habis. Perempuan ini kami temukan secara tidak sengaja beberapa waktu lalu. Teman dari teman salah satu teman yang suka ngumpul bareng kami warga SE London di rumah Arifin.

Sementara keputusan untuk menampilkan gamelan Jawa, karena kebetulan juga Aris itu punya murid-murid bule dan kelompok gamelan yang bermarkas di South Bank. Namanya juga murid asal disuruh pentas gurunya pasti tidak menolak.

Tsunamigamel_1Tambah lagi mereka ini menganggap Indonesia sebagai negeri kedua mereka. Jadi asal sebut kata Indonesia, semangatnya langsung menyala.

Kemampuan para bule ini dalam bermain gamelan, membuat saya dan suami yang asli Jawa malu hati. Tidak sembarangan--meminjam istilah musik barat-- mereka itu tidak hanya bisa bermain pop atau jazz tapi bisa sampai klasik.

Ingin gending atau tembang apa? Mereka bisa.

Jangan heran karena mereka memang belajar gamelan dengan sangat serius. Sebagian besar pernah belajar beberapa tahun di Solo atau Yogyakarta. Karena itu pula kemampuan bahasa Jawa mereka juga –kembali-- membuat malu kami. Krama inggil, mate!

Para bule penabuh gamelan ini punya hubungan khusus dengan saya, karena status saya sebagai ‘chef resmi’ mereka. Hampir setiap mengadakan acara, resmi atau tidak resmi mereka akan meminta saya untuk menyediakan catering.

Suatu hari mereka meminta saya untuk memasak dalam salah satu acara mereka di South Bank. Saya masak gudeg dan menurut laporan Aris, the gamelan crew screamed! Kaget, tidak menyangka mendapatkan gudeg di London, makanan yang mengingatkan mereka pada tahun-tahun mereka di Jawa.

Tsunamijual_1Kembali ke acara kemarin. Saya seperti biasa kebagian tugas jaga warung, dalam arti yang sebenarnya: Jualan makanan.

Dengan pertimbangan tidak terlalu repot dan juga prinsip modal sedikit-untung banyak, saya dan Mbak Naniek memasak nasi goreng, mie goreng dan kerupuk. Suami Mbak Naniek, pemilik restoran Satay Bar,  menyumbang sate mentah, kami tinggal memasaknya.

Semua makanan  itu  dijual dengan harga 1 poundsterling per box. Murah meriah dan enak.

Liza yang baru saja lulus fine Art di salah satu univeritas di London, istri Arifin yang menjadi PO acara menggantikan Liston yang dikirim kantornya ke Aceh, bertugas membuat undangan.

Semua uang yang dihasilkan malam itu disalurkan ke Aceh lewat Unicef, karena kebetulan Lisa Liston punya hubungan dekat dengan organisasi PBB yang malam itu menyediakan tanda mata, berupa pin dan stiker serta box donasi.

Dengan waktu persiapan hanya seminggu, Indonesian music for Tsunami berjalan sukses. Well done everybody.