Ok, ketika melihat foto di bawah ini, apa yang ada dalam pikiran Anda? Di Indonesia, pemadangan ini sering dijumpai. (Psst, saat kecil saya dan Bapak pernah juga menjadi pelakunya).

Dalam Islam ada konsep yang dinamakan barakah, yang karenanya kita tidak diperkenankan mengukur badan orang dengan baju kita sendiri. Pada pemandangan yang tak tertembus oleh penilaian subjektif kita itu daripada berkomentar -yang sifatnya 'iri tanda tak mampu'- akan jauh lebih baik kita memuji Allah atas kebesaranNya.
Mudah-mudahan Allah meluaskan barakah itu hingga kita pun merasainya. Seperti dilakukan seorang Ustadz dari Timur Tengah ketika datang ke Indonesia dan melihat pemandangan seperti foto di atas.
Seorang bapak menghadiri ceramah Ustadz itu bersama keluarganya, seorang isteri dan 4 orang anaknya. Saat pulang, di sudut tempat parkir sebuah motor sudah menunggu keluarga itu dengan setia. Maka keenamnya -dengan formasi mirip dengan foto di atas- melintas di hadapan sang Ustadz sambil mengucap salam.
"'Ajiiib...'Ajiib..Indunisiya 'Ajiib...Allahu Akbar!", seru sang Ustadz memekik melihat pemandangan itu. Menakjubkan...,menakjubkan...Indonesia menakjubkan. Allahu Akbar!
Anda pernah melihatnya juga? Bagaimana perasaan Anda? Takjub saja seperti Ustadz tadi? Atau masih mengukur dengan skala-skala kita hingga yang lahir adalah kasihan, iba, memelas, dan bahkan prihatin? Itu kan menurut Anda.
Padahal perasaan para pelaku di foto tersebut, yaitu Bapak, ibu dan anak-anak dalam sepeda motor itu - seperti juga bapak saya saat kami kecil- adalah bahagia. Si bapak bahagia dan bangga bisa mengajak seluruh keluarganya, pergi bersama-sama ke suatu tujuan, demikian pula si ibu. Sementara anak-anak mereka juga menikmati pergi sekeluarga.
Kembali pada soal barakah. Pada tataran apapun, barakah menghadirkan dunia yang tak tertembus oleh kasat mata kita. Barakah telah menghapus ukuran-ukuran dan standar-standar yang kita pakai untuk mendefinisikan apa itu 'bahagia'. Barakah bekerja mewujudkan rasa agung itu pada semua tataran, dari urusan besar hingga yang kecil-kecil.
* Cuplikan kisah dari buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim ( Salim A. Fillah, Pro-U Media), dengan sedikit perubahan. Foto diambil dari twitter.
Recent Comments