
Anak saya, Kirana dan Alisha sangat menyukai buku-buku cerita karya Jacqueline Wilson. Tidak heran jika isi kindle mereka, sebagian besar adalah buku-buku dari salah satu penulis favorit di Inggris itu.
Dalam pengalaman saya menjadi orang tua murid, di Inggris mata pelajaran literacy atau bahasa dan sastra memang sangat ditekankan di sekolah. Salah satu dampaknya, anak-anak di Inggris terbiasa membaca buku cerita tebal dengan alur cerita yang panjang sejak mereka sekolah dasar.
Jadi bukan sebuah kebetulan kalau nama penulis anak-anak seperti Roah Dahl, Enyd Blyton, Jacquiline Wilson dan JK Rowling muncul di Inggris. Karena di Inggris anak-anak tidak terbiasa membaca komik, seperti di Amerika Serikat atau Jepang, tetapi membaca buku. Selain komik, cerita fairy tales ala Disney juga tidak terlalu populer di sini.

Kembali kepada Jacqueline Wilson, ciri yang saya dan suami dapati dari mengamati buku-buku anak kami adalah banyak bercerita seputar anak angkat (adoption), anak asuh (foster children), anak yang tinggal di panti asuhan atau anak yang dibuang orang tuanya. Bisa dikatakan sebagian besar karya Jacqueline Wilson adalah tentang adalah anak yang terpisah dari orang tua kandungnya. Meskipun tidak semuanya, buku yang berjudul Best Friends misalnya, sesuai judulnya, bercerita tentang persahabatan dari anak gadis yang tinggal bersama kedua orang tua kandung mereka.
Salah satu tokoh cerita yang paling terkenal dari Jacqueline Wilson adalah Tracy Beaker, novel berserinya juga sukses difilmkan, juga berseri dengan judul The story of Tracy Beaker di CBBC, channel BBC untuk pra-remaja. Tracey Beaker ini adalah kisah seorang anak yang tinggal di panti asuhan dan serba-serbi kehidupannya di panti atau yang di Inggris disebut sebagai care home.

Pada kehidupan nyata di Inggris, mengangkat anak atau adopsi dan anak asuh memang praktek yang biasa dilakukan. Hanya saja untuk anak asuh atau foster children ada hal yang berbeda di Inggris dibanding dengan anak asuh di Indonesia. Di Inggris untuk menjadi foster parent atau foster carer, kita hanya perlu menyediakan kamar di rumah kita, sedangkan biaya hidup si anak dibayar oleh pemerintah.
Recent Comments