Religion

April 20, 2008

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan ?

Bisa juga didengar melalui link ini atau klik play berikut:

Semua surat dalam Al Quran punya kedudukan yang sama, tetapi ada beberapa surat yang menjadi favorit saya, Ar Rahman ( surat : 55) adalah salah satunya. Jika dibaca saat sholat malam, jarang saya melihat yang tidak menangis.

Prophet Mohammad s.a.w. had once said that:

"Everything has a bride, and the bride of the Qur’an is Surah Ar-Rahman"

On this surah, Prophet Muhammad s.a.w. also said, "Whoever reads it, Allah will have mercy on his weakness and be regarded as having thanked Allah for it".

Imam Jaffer al-Sadiq (a.s.) had said, "Allah will brighten the face of everyone who recites it often on the day of Judgement".

Surah Rahman is often regarded as "the beauty of the Quran".

Surat Ar Rahman pada link-link di atas dilantunkan oleh pembaca Al Quran favorit saya, Sheikh Abdurrahman Al- Sudais, salah satu Imam Masjidil Haram Mekah.

Pada surat Ar Rahman ada satu pertanyaan yang terus diulang :

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Which then, of the favours of your Lord will you deny?
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

* Surat Ar Rahman selangkapnya: dengan English translation atau terjemahan bahasa Indonesia.

September 12, 2007

Explaining Ramadan

Ramadan 2007

ICC & the UK Ruiyate Hilal Committee have announced Thursday 13th September as first day of fasting. Kullu am wa antum bi-khair 

Ramadan is the ninth month of the Islamic Lunar calendar and the holiest of the four holy months. It begins with the sighting of the new moon after which all physically mature and healthy Muslims are obliged to abstain from all food, drink, gum chewing, any kind of tobacco use, and any kind of sexual contact between dawn and sunset.

However, that is merely the physical component of the fast; the spiritual aspects of the fast include refraining from gossiping, lying, slandering and all traits of bad character. All obscene and irreligious sights and sounds are to be avoided. Purity of thought and action is paramount.

Ordained in the Quran, the fast is an exacting act of deeply personal worship in which Muslims seek a raised level of God-consciousness. The act of fasting redirects the hearts away from worldly activities, towards The Divine.

Continue reading "Explaining Ramadan" »

August 10, 2007

Vegetarian and Halal

Barthomer_strangle_2 Lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang produk vegetarian dan halal, berikut artikel dari Republika yang terkait dengan masalah tersebut.

Maaf foto tidak sesuai dengan topik. Karena tidak sempat research foto, saya pasang foto Alisha dan her Teddy. Salah satu foto membuat kami tertawa, it's hard to tell, apakah ia akan memeluknya or she was about to strangle him (remind me of Homer and Bart Simpsons).

Img_1357

Vegetarian and Halal

Vegetarian kini tampaknya menjadi kata yang semakin populer di dunia termasuk di Indonesia. Di kota-kota besar dunia, restoran vegetarian sudah menjadi pilihan yang cukup mudah dicari. Di Indonesia pun restoran-restoran vegetarian meski belum banyak mulai bermunculan di kota-kota besar. Vegetarian juga merupakan salah satu pilihan menu yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan internasional.

Continue reading "Vegetarian and Halal" »

December 25, 2005

December, the Fatwa (3)

Berikut fatwa dari European Council for Fatwa and Research,
mengenai tema terkait dengan dua tulisan saya sebelumnya.

Mohon dibaca dengan sabar karena saya tidak berani untuk men-translate, apalagi untuk menyingkat penjelasan dibawah ini.

Jika ada pertanyaan lain, untuk Inggris,  alamat dewan fatwa committee of Great Britain:

271 Burton Rd, West Didsbury
Manchester, M20 2WA
Telepon: 0161-438 0030 (pk 4pm- 5pm....question only)
fax: 0161-448 0324

European Council for Fatwa and Research

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.

Dear brothers and sisters in Islam, we would like to thank you for the great confidence you place in us, and we implore Allah Almighty to help us serve His cause and render our work for His Sake.

First of all, we stress that Muslims are commanded to deal justly and kindly with their non-Muslim neighbors or friends. Therefore, there is nothing wrong in exchanging gifts with them.

Muslims are allowed to congratulate non-Muslims on their festive days and this becomes more of an obligation if the non-Muslims offer their greetings on Islamic festive occasions.

Allah Almighty says: (When you are greeted with a greeting, greet in return with what is better than it, or at least return it equally…) (An-Nisa' 4: 86)

However, Muslims are not to celebrate or participate in the religious festivities of non-Muslims, but they can participate in national celebrations and festivities as citizens of those lands while observing Islamic manners and controls in all matters.

In response to the question you raised, the European Council for Fatwa and Research issued the following fatwa:

Continue reading "December, the Fatwa (3)" »

December (2)

Xmasdecoration Ada kata-kata yang selalu terngiang dari kepala sekolah dan guru Kirana, “There is nothing religious about Celebrating Christmas?”.

Excuse me, Sir? Saya pikir –-tapi tidak mau berdebat, I caused enough trouble already-- kalau saya ummat Kristiani pasti protes dengan kata-kata di atas.

And you know what? I was right!

Karena menurut berita yang saya baca, ternyata, para ummat Kristiani Inggris yang taat memang senewen dengan hiruk pikuk perayaan natal di bulan ini.

Mereka beranggapan, bahwa perayaan natal di Inggris telah mengalami komersialisasi dan penyelewengan nilai yang dalam anggapan mereka telah berada di titik yang di luar kendali.

Perayaan Natal di Inggris ini jelas meriah. Toh Inggris ini resminya memang bertradisi kebudayaan kristiani.

Pesta perayaannya ada di mana-mana, lampu berpendar warna-warni sepanjang malam di seluruh sudut kota, lagu-lagu Natal berkumandang, keluarga berupaya sebisa mungkin untuk berkumpul, pusat pertokoan gegap gempita dengan orang saling berlomba membeli hadiah Natal. Pokoknya ramai.

Sekolah juga. Chrismas this, Christmas that, tidak mau kalah meriah.

Tetapi ini form over substance, keluh kesekian kalinya para petinggi gereja di Inggris, menonjolkan bentuk dan bukannya substansi.

Roastturkey Ritual perayaan yang tak melongok pada substansi.

Natal di Inggris menjadi semata-mata alasan untuk bergembira saling bertukar hadiah dan berkumpul bersama teman, sanak keluarga.

Dari sisi kemanusiaan dalam konteks keagamaan ini jelas bagus sekali tetapi dari sisi hubungan ketuhanan mungkin ada yang kurang kalau hanya semata itu yang dilakukan.

Ini bukan penilaian saya tetapi saya hanya memaparkan keluhan para petinggi gereja di Inggris ini.

Yang lebih parah lagi, ini saya lihat dengan mata kepala sendiri, lebih banyak yang menggunakan natal untuk sekadar alasan untuk berpesta ria.

Sebenarnya fenomena di atas bukan lah sesuatu yang mengejutkan karena sejak lama Inggris dikenal sebagai one of the least religious countries.

Jadi kalau kemudian tiap akhir tahun gegap gempita Celebrating Cristmas, bagi mayoritas di Inggris, hanyalah alasan untuk tiga hal: booze (alkohol), party dan belanja.

Kalau Anda tanya pada orang dewasa di Inggris, apa yang mereka asosiasikan dengan Christmas, jawabanya tidak pada kelahiran Yesus atau alasan keagamaan yang lain tapi: BOOZE atau alkohol.

Mincepies_1 Tidak hanya minuman beralkohol seperti wine, champange, beer, brandy, vodka dll, tetapi makanan untuk Christmas hampir dipastikan beralkohol.

Taruhlah dua penganan paling terkenal selama Christmas, yaitu mince pies dan Christmas pudding.

Bukan mince pies atau Christmas pudding kalau tidak menggunakan alkohol, semakin beralkohol semakin bagus. Biasanya yang dipakai di dua the most popular food during Christmas ini adalah Brandy.

Christmaspudding1 Jadi, hati-hati untuk muslim dengan penganan di Inggris, selain mencari label vegetarian (kecuali kalau ada label halal), liat juga kadar alkoholnya.

Sementara untuk shopping, ini berkaitan dengan tradisi tukar menukar hadiah. Dan ini BIG, I mean HUGE bussines.

Menurut the Office National Statistics, selama bulan Desember toko-toko akan mengalami peningkatan penjualan hingga £6,1 milyar. (Terakhir saya cek, £1=Rp 20 ribu)

Tahun ini diprediksi akan lebih tinggi, dengan rata-rata per orang di Inggris akan membelanjakan £813 untuk Christmas.

Much of it goes on food and drink, but about £450 will be spent on presents.

Kalau untuk para orang tua, Christmas is about Alcohol, For the young ( and some of the not-so-young ) Christmas is all about toys.

Menurut survey yang disponsori oleh Duracell, UK spends more on toys disbanding negara-negara lain di Eropa. Dimana rata-rata tiap anak di Inggris costing their parent £100 dibanding dengan £72 di rest of the Europe.

Christmastable_1 Dan untuk tahun ini, rata-rata orang tua Inggris menghabiskan £136 tiap anak untuk membeli hadiah Christmas.

Jadi, dimana letak aspek religius dalam Celebrating Christmas bagi mayoritas orang Inggris? Sangat sedikit, atau for most of them: Tidak ada.

Atau meminjam kalimat kepala sekolah Kirana, “There is nothing religious about Celebrating Christmas”.

Karena itu, dia tidak bisa mengerti mengapa Kirana tidak bisa berpartisipasi dalam acara-acara Christmas di sekolah.

(sumber: BBC Indonesian service, the Guradian dan the Independet)

December 20, 2005

December

Kingxkirana Minggu ini, saya merasa lega karena Kirana mulai kemarin libur,Christmas holiday, sampai nanti 4 Januari 2006. Meskipun saya harus mencari aktivitas mengisi kekosongan selama liburan.

Desember selalu ‘merepotkan’ saya. Dulu, ketika Kirana kecil selama Desember saya direpotkan dengan pertanyaan “Why don’t we celebrate Christmas?”

Tidak mudah ternyata menjelaskan kepada anak di bawah 4 tahun, mengapa ia berbeda dengan teman-temannya.

Kini, saya tidak punya masalah lagi dengan Kirana menganai hal itu. Saya pikir ‘kerepotan’ saya dengan Desember akhirnya berakhir.

Salah ternyata. Ketika saya pikir masalah dengan Christmas tree, santa, Christmas decoration dll terselesaikan, muncul lagi ‘kerepotan’ lain yang semakin kompleks karena terlibatnya pihak lain: sekolah Kirana.

Akhir Oktober lalu, saya (dan semua orang tua murid) menerima surat dari sekolah Kirana tentang rangkaian kegiatan selama menjelang Christmas.

Terdiri dari Christmas play (drama natal), Christmas Party, Christmas dinner, dan Reading and Carol (doa dan menyanyi bersama)

Kingxberdua Suami saya menulis surat, dengan bahasa yang sangat sopan,menjelaskan sekaligus meminta ijin kepada sekolah kalau kirana tidak bisa berpartisipasi dengan semua kegiatan tersebut.

Pertanyaan pertama datang dari guru kelas Kirana (2 orang guru: Mrs Clark –Mrs Harris dan 2 asisten: Mrs Calender-Mrs Gros): “Why?”

Setelah saya jelaskan (lagi), komentar mereka tetap sama: “But there is nothing religious about celebrating Christmas”.

Kami pun disuruh menghadap kepala sekolah mengenai hal itu. Pertanyaan yang sama dan komentar yang sama kami dapatkan dari Mr. A Child, Kirana’s Headteacher.

Untung bagi saya, karena salah satu teman sekelas Kirana, Ethan, tidak juga merayakan natal dan juga menolak untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ethan dan keluarganya adalah pengikut Jehovah’s witness, yang menurut Sarah, Ethan’s Mum, mereka percaya Jesus namun tidak percaya Jesus dilahirkan pada 25 Desember, sehingga mereka tidak merayakan natal.

Karena  tidak percaya natal, maka jehovah's witnesses tidak ikut berpartisipasi in any activities yang berhubungan dengan natal. Amin with that!

Bersama Sarah, saya akhirnya bisa menempuh jalan tengah dengan guru dan kepala sekolah Kirana.

The main concern bagi mereka bukan pada tidak membolehkan Kirana dan Ethan untuk tidak ikut celebrating Christmas, tetapi pada bagaimana mengisi waktu Kirana dan Ethan ketika teman-teman mereka berlatih Christmas play.

Kingxbertiga Akhirnya, setelah menghadap kepala sekolah dua kali, Kirana dan Ethan akan ke sekolah pada jam usai rehearsal (ketika latihan pagi) dan pulang terlebih dulu (jika latihan dilakukan di jam-jam akhir sekolah).

Dan jika di tengah-tengah, maka saya dan Sarah akan datang ke sekolah dan menjaga Kirana dan Ethan melakukan aktivitas yang telah disiapkan oleh guru-guru mereka.

Sementara untuk Christmas party, christmas dinner dan Reading and Carol, Kirana diijinkan absen.

Meskipun saya harus fight dulu dengan Mr. Child: “ There is nothing religious with Christmas party or Christmas dinner,” katanya selalu.

“Kita hanya makan-makan, dan meskipun nanti ada Santa, your daughter bisa keluar sebentar dari ruangan,” tambahnya.

But, we aren't supposed to taking part in other religion festivals. Meskipun itu hanya makan-makan but,  you and other children will refers as Christmas Party/Dinner”, saya berusaha keras untuk mencobanya mengerti.

So, it’s because there is ‘Christmas’ word on it, meskipun sama sekali tidak religius, “katanya lagi.

“Yes,” jawab saya yang kehabisan kata untuk menjelaskan tentang itu.

“So, your daughter will able to comes to School disco then. It’s only school disco, without Christmas label on it,” katanya.

Kingxalisha “I suppose so,” jawab saya yang semula berharap Kirana bisa absen pula dari ritual tahunan sekolah ini. Saya harus berkompromi, pikir saya, toh yang berlabel ‘Christmas’ Kirana bisa absen.

Satu lagi pertanyaan yang diungkapkan Mr. Child. Ia berkata, dalam dua puluh tahun ia menjadi kepala sekolah, ia punya beberapa murid muslim, but tidak ada yang pernah menolak untuk ikut celebrating Christmas.

Begitu juga dengan Sarah, “ Saya baru tahu kalau muslim juga tidak boleh celebrating christmas”.

They know now dan menurut pengalaman Sarah, it will save me from the same trouble next year.

I hope so.(Bersambung)